Di Balik Keberhasilan Panorama Bukukan Pendapatan Rp 1,69 Triliun

Menutup tahun buku 2013, PT Panorama Sentrawisata Tbk (PS) bersama  PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk sebagai anak perusahaan yang bergerak di bisnis inbound berhasil mencetak kinerja yang mengesankan. Pendapatan usaha mencapai Rp1,69 triliun atau naik 9,48% dibandingkan tahun 2012.

RUPS - Direksi PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk-middle res

Peningkatan pendapatan bersih tersebut salah satu yang paling dominan ditunjang oleh peningkatan pilar inbound, yakni yang berfokus mendatangkan wisatawan mancanegara ke Indonesia. “Beberapa faktor yang memengaruhi antara lain meningkatnya service kami yang memiliki margin tinggi yang ditunjang oleh efektifitas strategi operasional perseroan,” jelas Rocky W Parputranto, Direktur PT Destinasi Tirta Nusantara.

Lebih lanjut lagi, Rocky juga menambahkan dari sisi wisatawan domestik, dengan pertumbuhan kalangan middle class secara signifikan juga memicu pertumbuhan pendapatan Panorama Sentrawisata.

Sementara itu dari wisatawan mancanegara, lebih banyak dipengaruhi oleh kemudahan akses lewat jalur penerbangan, dan pengembangan daerah wisata Indonesia yang dilakukan secara intensif. “Untuk akses penerbangan, banyak maskapai – maskapai internasional seperti Qatar Airways, dan Lufthansa.

Dari segi pengembangan wisata, hal tersebut didukung oleh kesadaran masyarakat lokal untuk ikut mengembangkan, seperti yang ada di Labuan Bajo, dan Raja Ampat misalnya,” tambahnya.

Di sisi lain, seiring dengan pertumbuhan laba antara lain laba komprehensif yang naik 43.44%, laba bersih yang naik 57,74% , laba bersih per saham dasar yang naik 54,70%, serta EBITDA yang naik 44,86%, Panorama Sentrawisata memanifestasikan keberhasilan tersebut dalam bentuk pembagian dividen sebesar 25% dari laba bersih tahun 2013, atau senilai Rp9,8 miliar.

Adapun untuk penyumbang laba terbesar masih dicatatkan oelh pilar inbound yakni sebesar 85%. Sementara untuk ketiga pilar lainnya, yakni pilar transportasi, pilar media, dan pilar hospitality keseluruhannya menyumbang 15% dari total laba.

Laju positif pertumbuhan juga terjadi di sisi perdagangan saham di BEI di mana sepanjang tahun 2013 Panorama Sentrawisata berhasil mencatatakan harga saham tertingginya di angka Rp 405 dan peredaran saham di pasar reguler menunjukkan volume sebesar 400,132,500 unit dengan nilai sebesar Rp123 triliun yang diperdagangkan dengan jumlah frekuensi sebanyak 39.067 kali.

Untuk capital expenditure (capex), rencananya di tahun 2014 proyeksi capex akan berkisar di angka Rp429 miliar. “Sebesar 60 persen untuk infrastruktur seperti gedung kantor. Sisanya untuk armada, hotel, dan infrastruktur,” papar Daniel Martinus, Direktur Panorama Sentrawisata.

Adapun capex tersebut bersumber dari internal, pinjaman, lembaga keuangan, serta pendanaan dari pasar modal.

Untuk menunjang service perseroan juga akan mengalokasikan capex untuk mengembangkan e-commerce, dimana nantinya akan ada fitur cicilan yang bisa digunakan. “Tujuannya agar konsumen mendapatkan experience lebih dari service kami, serta mempermudah prosedur,” tambahnya.(EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)