Di Balik Penurunan Laba Vale | SWA.co.id

Di Balik Penurunan Laba Vale

Pada Triwulan III/2023, produksi PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan entitas anaknya mencapai 17.953 metrik ton. Raihan ini tidak lepas dari penerapan strategi pemeliharaan yang efektif serta kinerja operasional yang baik.

Sementara harga realisasi rata-rata produk nikel Vale masing-masing sebesar US$$16.204 dan US$$18.596 per ton. Angka ini menurun sebesar 10% dan 6% bila dibandingkan dengan harga realisasi rata-rata pada periode yang sama tahun 2022.

Bernardus Irmanto selaku Chief Financial Officer INCO mengatakan, meski terjadi penurunan harga, perseroan berhasil mencatat peningkatan penjualan sebesar 7% selama sembilan bulan pertama 2023 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan volume pengiriman nikel dalam matte. 

“Dengan demikian, total laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) Vale sebesar US$401,1 juta pada sembilan bulan pertama 2023. Angka ini melampaui pencapaian sembilan bulan pertama tahun lalu yang mencapai US$382,6 juta,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (27/10/2023).

Perseroan membukukan laba sebesar US$52,6 juta pada Kuartal III 2023, turun dibandingkan laba Kuartal II 2023 sebelumnya sebesar US$70,4 juta. Ini disebabkan oleh harga realisasi rata-rata nikel yang lebih rendah. Di periode ini, Vale juga telah menginvestasikan belanja modal sebesar US$65,7 juta, meningkat dari US$60,8 juta yang dikeluarkan pada Triwulan II 2023. Peningkatan ini terutama dialokasikan untuk belanja modal keberlanjutan dan pertumbuhan. 

“Meskipun terdapat pengeluaran yang lebih tinggi, perseroan tetap mampu mengelola kas secara hati-hati.  Saldo kas dan setara kas sebesar US$768,4 juta pada 30 September 2023, naik dari US$719,9 juta pada 30 Juni 2023,” ujarnya. 

Beban pokok pendapatan grup selama sembilan bulan pertama tahun 2023 sebesar US$650,9 juta, meningkat 6% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh konsumsi bahan bakar dan biaya-biaya terkait.

Vale tetap menggunakan batubara sebagai sumber energi utama untuk burner sepanjang periode tersebut. Keputusan ini menyebabkan peningkatan konsumsi batubara sebesar 13%, yang sebagian diimbangi oleh penurunan konsumsi HSFO sebesar 7% dibandingkan triwulan sebelumnya. Peningkatan konsumsi diesel sebesar 5% terutama didorong oleh peningkatan kegiatan penunjang penambangan selama Triwulan III 2023.

Selanjutnya, menyusul penandatanganan perjanjian definitif dengan Huayou dan Ford pada 30 Maret 2023, Vale mengumumkan penyelesaian evaluasi dan persetujuan Dewan Komisaris atas tambang Pomalaa. Nilai investasi mencapai US$925 juta yang akan memasok bijih ke Pomalaa HPAL. 

Hal ini lebih lanjut untuk mendukung rantai pasokan kendaraan listrik di Indonesia. Perseroan tetap berkomitmen untuk memprioritaskan peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya, memastikan daya saing jangka panjang sambil menjunjung tinggi nilai-nilai perusahaan.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)