Di Indonesia, Siam Cement Group Bukukan Pendapatan Rp 1 Triliun

Siam Cement Group (SCG) berhasil membukukan pendapatan dari penjualan sebesar Rp 2,599 triliun di kawasan Asia Tenggara, selain Thailand. Sementara, dari operasional di Indonesia, perusahaan mencatat pendapatan sebanyak Rp 1 triliun per kuartal III-2012.

Dalam laporan keuangan yang dirilis pekan lalu, perusahaan semen asal Thailand ini melaporkan adanya pertumbuhan dalam pendapatan. Kan Trakulhoon, Presiden dan CEO SCG, mengungkapkan, perkiraan laporan keuangan gabungan dari SCG dan anak perusahaannya menunjukkan pendapatan dari penjualan sebesar Rp 32,589 triliun pada kuartal ke-III 2012. Ada peningkatan sebanyak 11 persen dari periode yang sama tahun lalu. Perusahaan berpandangan, raihan itu berkat volume penjualan semen dan kimia yang meningkat. Dengan, begitu pendapatan dari penjualan sebesar Rp 96,160 triliun pada sembilan bulan pertama tahun ini.

Sementara untuk total operasional keseluruhan SCG di kawasan ASEAN (selain Thailand), pendapatan dari penjualan pada kuartal ke-III mencatatkan pertumbuhan sebesar 44 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Pada kuartal tersebut, pendapatan tercatat senilai Rp 2,599 triliun. Pendapatan di kawasan ini merupakan 8 persen dari total pendapatan keseluruhan SCG dari penjualan.

Di Indonesia, SCG mencatat adanya pertumbuhan pendapatan dari penjualan sebanyak 112 persen. Pendapatan tercatat sebesar Rp 1 triliun pada kuartal III-2012. Perusahaan menyebutkan, capaian itu didapat berkat pendapatan gabungan dari SCG semen Indonesia, operasional beton yang baru saja diakuisi, dan usaha pertambangan di Indonesia.

Pendapatan yang bertumbuh tidak diikuti oleh raihan keuntungan. Keuntungan yang didapatkan perusahaan hanya sebesar Rp 2,005 triliun. Turun sebanyak 13 persen bila dibandingkan dengan kuartal III-2011. Keuntungan bahkan merosot hingga 31 persen, jika dilihat dari sembilan bulan pertama tahun 2012 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perusahaan beralasan, itu disebabkan oleh rendahnya marjin di bidang usaha kimia.

Namun demikian, kondisi itu lantas tidak menyurutkan rencana perusahaan untuk berekspansi. Di tingkat ASEAN, SCG menggelontorkan dana sebanyak Rp 7,250 triliun untuk investasi. Dana sebanyak itu untuk mendirikan pabrik semen yang terintegrasi di Indonesia dan Kamboja, serta memperluas kapasitas kemasan kertas di Thailand.

Mengenai investasi terkini yang dilakukan di Indonesia, SCG mengumumkan investasi sejumlah Rp 3,438 triliun untuk pembangunan pabrik semen terintegrasi dengan kapasitas 1,8 juta ton di Jawa Barat. Rencananya, investasi green-field­ ini akan dimulai pada akhir tahun 2015. Investasi akan termasuk pembangkit listrik tenaga limbah untuk mengurangi penggunaan listrik.

Selain di Indonesia, SCG juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,719 triliun untuk perluasan kapasitas semen terintegrasi untuk semen Kampot di Kamboja dengan kapasitas sebesar 900.000 ton. “Selama 10 tahun ke depan, baik Indonesia dan Kamboja diperkirakan akan mengalami peningkatan permintaan terhadap semen hingga 5-10 persen,” sebut Kan. (Ester Meryana)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)