Divisi Otomotif Dongkrak Kenaikan Laba Astra Rp 19,4 Triliun

Salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, PT Astra International Tbk. mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 9% dari Rp 17,8 triliun pada 2011 menjadi Rp 19,4 triliun di 2012. Naiknya laba bersih tersebut didorong oleh divisi otomotif perseroan.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto, mengatakan, pendapatan bersih perseroan di 2012 juga meningkat yakni 16%, dari Rp 162,6 triliun menjadi Rp 188,1 triliun.

Menurutnya, kinerja Grup Astra yang baik terutama didukung oleh tingginya penjualan mobil. Kegiatan Grup Astra fokus pada enam lini bisnis inti, yakni divisi otomotif, jasa keuangan, alat berat dan pertambangan, agribisnis, infrastruktur dan logistik, serta teknologi formasi.

“Kontribusi laba bersih perseroan dari divisi otomotif tahun 2012 meningkat 15% menjadi Rp 9,5 triliun, sementara dari agribisnis sebesar Rp 1,9 triliun. Kemudian, dari divisi teknologi informasi naik 22% menjadi Rp 132 miliar,” kata Prijono di Jakarta, Kamis (28/2)

Kontribusi dari divisi infrastruktur dan logistik tumbuh 13% menjadi Rp 683 miliar. Kontribusi laba bersih divisi jasa keuangan juga mengalami kenaikan sebesar 12% menjadi Rp 3,7 triliun. Sedangkan kontribusi laba bersih divisi alat berat dan pertambangan kepada perseroan mengalami penurun sebesar 2% menjadi Rp 3,5 triliun seiring belum stabilnya harga batu bara dan minyak sawit mentah (CPO).

Prijono menambahkan laba bersih per saham ASII juga mencatatkan peningkatan sebesar 9% menjadi Rp 480 per saham dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 439 per saham. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)