Ekspansi Pabrik Pakan Ternak, Charoen Alokasikan Capex Rp 2 Triliun

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (Charoen)   akan membangun pabrik pakan ternak dan tempat pengolahan daging di sejumlah daerah. Untuk membiayai ekspansi tersebut, Charoen menganggarkan belanja investasi (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar Rp 2 triliun.

"Investasi untuk tahun ini kita anggarkan Rp 2 triliun. Sebesar 50% untuk belanja ekspansi ternak, 25% untuk pakan ternak, dan sisanya 25% untuk food processing (pengolahan daging)," ungkap Direktur Charoen, Ong Mei Sian di Jakarta.

Selain sumber dana capex, Charoen juga mengandalkan pinjaman bank yang belum terpakai. "Tahun lalu profit kami Rp2,7 triliun. Dengan  menganggarkan capex Rp 2 triliun, tentu kami perlu dana tambahan. Nah,  mash ada fasillitas kredit yang belum terpakai US$ 200 juta.. Itu bisa dipenuhi untuk biaya tahun ini," papar Mei Sian.

Dia mengakui, saat ini likuiditas perbankan dan kondisi pasar modal sedang bagus-bagusnya. Namun, perseroan belum memiliki rencana untuk  aktivitas pencarian dana baru, baik melalui obligasi atau pinjaman baru.

Ferdiansyah Gunawan, Direktur Charoen, menjelaskan, di tahun ini perseroan akan menambah pabrik pakan ternak di Bandung, dan Mojokerto (Jawa Timur) yang rencananya akan direalisasikan dalam dua atau tiga bulan ke depan.

"Harapannya realisasi ekspansi 2013 ini akan menambah kapasitas pabrik menjadi 33%," harap Ferdiansyah. Dia menambahkan, perseroan juga akan membangun rumah potong ayam di Makasar pada tahun 2014. "Kami juga mungkin akan masuk ke bakso sapi, setelah masuk ke sosis sapi yang sudah ada saat ini."

Dampak Kenaikan Harga

Lebih lanjut Mei Sian menjelaskan, sepanjang kuartal pertama (Q1) 2013, kinerja Charoen mengalami penurunan sebagai dampak dari kenaikan harga bahan baku. Kendati penjualan bersih tercatat meningkat di Q1-2013 sebesar 15%, pendapatan operasional dan laba kotor tercatat mengalamai penurunan di kisaran  minus 10%.

Menurut Mei Sian, kenaikan harga bahan pokok terjadi di akhir Q3 dan Q4 tahun 2012, hingga mencapai lebih dari 20%. Dampaknya, Charoen menaikkan harga jual sebesar 10%. "Karena harga bahan baku di Q1-2013 sudah turun, maka  kenaikan 10% harga jual kita sudah cukup membantu. Jadi walau terlihat penurunan kinerja di Q1-2013 bagi kita itu masih baik, karena kenaikan harga bahan baku tidak serta merta saat itu juga kita naikan harga jual dengan persentase yang sama," kata Mei Sian.

Dia menegasan, kenaikan harga bahan baku hampir 80 persen memengaruhi ongkos produksi. Sejauh ini, perseroan masih mengandalkan bahan baku impor sebesar 50%. "Separuhnya lokal. Seperti jagung itu lokal, tapi di saat bukan musim, kami harus  impor. Kalau kedelai 100% impor," jelas Mei Sian.

Mei Sian memproyeksikan volume penjualan tahun ini naik 10%, diikuti kenaikan harga jual sebesar 5%. "Harapannya kita bisa membukukan revenue 15% tahun ini," harap Mei Sian. Adapun penjualan bersih Charoen selama tahun 2012 tumbuh 19% menjadi Rp 21, 311 triliun, dari posisi 2011 sebesar Rp 17,958 triliun.

Dia menambahkan, market share pakan ayam Charoen mencapai 35%, sedangkan makanan olahan melebihi 50%.

Bagikan Dividen

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Charoen tahun 2012 juga  setuju  untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 46 setiap saham atau keseluruhan sebesar Rp 754,3 miliar dari laba tahun 2012 yang mencapai Rp2,7 triliun. Adapun laba tersebut meningkat 14% dari laba bersih tahun lalu. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)