ICAEW: Indonesia akan Tumbuh 5,5% Tahun Depan

Perekonomian Indonesia akan tetap bertahan di tengah tajamnya penurunan harga komoditas secara global, demikian laporan yang dipaparkan oleh ICAEW. Laporan  yang berjudul Economic Insight: South East Asia, itu juga memprediksi pertumbuhan ekonomi Tanah Air mencapai 5,5% di tahun depan.  Namun, perekonomian Asia Tenggara bisa saja terkena dampak dari terhentinya berbagai proyek besar perusahaan tambang yang cenderung memilih untuk menunggu harga komoditas kembali naik.

 

Douglas McWilliams, Penasehat Ekonomi ICAEW sekaligus Chief Executive CEBR, mengungkapkan, hingga saat ini, harga komoditas telah memegang peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah ASEAN, khususnya sektor mineral di Indonesia. Kenyataan bahwa hampir 40% perekonomian ASEAN bersumber dari komoditas, penurunan investasi yang tajam di sektor ini akan memberi dampak pada perekonomian di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. “Namun, tingkat investasi dan ekspor diharapkan akan kembali membaik pada tahun 2014, dan PDB Indonesia diperkirakan akan meningkat 6% pada saat itu” terangnya.

Ia menilai, pertumbuhan populasi yang pesat akan mendorong pertumbuhan serta meningkatkan standar kehidupan banyak negara di Asia Tenggara dikarenakan demographic dividend yang berarti meningkatnya proporsi jumlah angkatan tenaga kerja produktif.

Sementara itu, Mark Billington, Regional Director ICAEW Asia Tenggara mengatakan, meningkatnya pengeluaran berarti peningkatan produktivitas, tidak hanya dari segi jumlah namun juga kualitas pengetahuan dan keahlian yang ditawarkan melalui produk dan layanan. Menurutnya, Indonesia kelak perlu meningkatkan jumlah tenaga profesional muda yang berkualitas tinggi serta memastikan ketersediaan sektor akuntansi dan keuangan yang kuat untuk mendukung bisnis di dalam negeri sekaligus menarik investasi dari luar negeri.

Laporan ICAEW dipublikasikan oleh Cebr (The Centre for Economics and Business Research), mitra sekaligus forecaster ICAEW. Laporan tersebut memberikan ringkasan terkini mengenai kinerja perekenomian di Asia Tenggara kepada lebih dari 138.000 anggotanya. Laporan ini dibuat dengan meninjau perekonomian Asia Tenggara yang terfokus pada enam negara besar yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam, yang dilakukan per kuartal. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)