Ini Pencapaian Lippo Cikarang Sepanjang 2019

Salah satu produk residential dari Lippo Cikarang.

Pada tahun buku 2019, pendapatan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) meningkat sebesar 18,8% YoY menjadi Rp1,63 triliun dari Rp1,37 triliun di 2018. Presiden Direktur LPCK, Simon Subiyanto mengatakan, perusahaan percaya permintaan pasar untuk rumah hunian berkualitas dengan harga di bawah Rp1,5 miliar per unit akan tinggi dengan harga yang menarik untuk segmen perumahan.

"Mengingat pasar properti yang kompetitif dan situasi perekonomian yang masih belum stabil, perusahaan terus fokus pada pengendalian biaya dan operasi yang efisien sambil menyediakan pelanggan kami dengan produk-produk berkualitas tinggi seperti Waterfront Estate yang baru kami luncurkan pada tahun ini," ujarnya.

Adapun pencapaian-pencapaian LPCK sepanjang 2019 di antaranya, telah menyerahkan secara bertahap menara di Orange County (Irvine, Westwood, Pasadena, dan Glendale Tower) kepada pelanggan. Keempat menara tersebut terdiri dari 1.779 unit apartemen senilai Rp1,6 triliun.

LPCK juga telah berhasil membangun lebih dari 17.192 rumah, dengan populasi saat ini 55.128 penduduk. Di kawasan industri Lippo Cikarang, terdapat sekitar 574.042 orang bekerja setiap hari di 1.359 pabrik manufaktur.

"LPCK telah menunjukkan reputasinya sebagai pengembang properti daerah perkotaan dengan fasilitas berstandar internasional, dengan luas sekitar 3.250 hektar di mana industri menjadi basis ekonominya," lanjut Simon.

Sementara itu, pada Kuartal I/2020, perusahaan melaporkan pendapatan total sebesar Rp574 miliar, atau meningkat 44% dari Rp399 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini terutama berasal dari penjualan rumah tinggal dan apartemen sebesar Rp362 miliar di Kuartal I/2020 dibandingkan dengan Rp304 miliar di Kuartal I/2019.

Selain itu, LPCK mencatat penjualan tanah komersial dan ruko dan penjualan tanah industri masing-masing sebesar Rp57 miliar dan Rp59 miliar dibandingkan dengan tidak ada pada Kuartal I/2019. Pendapatan juga didukung oleh peningkatan pendapatan berulang yang dihasilkan oleh divisi manajemen kota yang meningkat 6% YoY menjadi Rp83 miliar dari Rp78 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara pendapatan sewa turun 23% YoY menjadi Rp13 miliar dari Rp17 miliar di Kuartal I/2019 terutama karena penyewa di Maxxbox Lippo Cikarang yang tidak melanjutkan sewa mereka, terutama MSU yang memindahkan galeri pemasaran Meikarta ke Distrik 1.

Pendapatan rumah tinggal dan apartemen sebesar Rp362 miliar berkontribusi 63% dari total pendapatan sementara pendapatan dari penjualan tanah industri dan komersial sebesar Rp116 miliar, sehingga memberikan kontribusi 20% terhadap total pendapatan.

"Dalam waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, penting bahwa kami fokus untuk mengelola arus kas kami dengan hati-hati dan mengupayakan operasi yang efisien untuk memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan kami," kata Simon.

Ia pun percaya permintaan pasar akan kualitas rumah hunian dengan harga terjangkau akan tinggi mengingat populasi negara yang tinggi ditambah dengan kepemilikan rumah yang rendah. Ke depan, perusahaan bertekad untuk menghasilkan lebih banyak produk kreatif yang akan memenuhi permintaan pasar.

Adapun susunan Direksi Perseroan dan Dewan komisaris hasil RUPST tersebut, sebagai berikut :
Dewan Komisaris :
Presiden Komisaris : Theo L. Sambuaga
Komisaris Independen : Hadi Cahyadi
Komisaris Independen : Didik Junaedi
Komisaris Independen : Ali Said
Komisaris : Sugiono Djauhari
Komisaris : Anand Kumar

Direksi :
Presiden Direktur : Sie Subiyanto
Direktur : Rudy Halim
Direktur : Tevilyan Yudhistira Rusli
Direktur : Ju Kian Salim

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)