Jaga Kualitas Aktiva Produktif, Aset Bank Mandiri Capai Rp 700,1 Triliun

Bank Mandiri membukukan total aset hingga Rp 700,1 triliun pada triwulan III/2013, naik 19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan aset  tersebut akibat perseroan tetap menjaga kualitas aktiva produktif sehingga mampu menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) netto tetap rendah, yaitu 0,53%.

IMG_0272Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kinerja positif pada sisi intermediasi yang ditunjukkan dengan penyaluran kredit yang mencapai Rp 450,8 triliun mampu memacu pertumbuhan laba bersih perusahaan hingga 15,1% dari Rp 11,1 triliun pada triwulan III/2012 menjadi Rp 12,8 triliun pada triwulan III/2013.

“Pertumbuhan kredit terjadi di seluruh segmen bisnis, terutama pada sektor mikro, kecil dan menengah. Hingga September 2013, kredit ke segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tumbuh 21,8% menjadi Rp 61,6 triliun,” kata Budi Gunadi Sadikin.

Khusus pada segmen mikro, terjadi peningkatan penyaluran kredit sebesar 48,6% dari Rp 16,8 triliun di triwulan ketiga 2012 menjadi Rp 24,9 triliun pada September 2013. Sejalan dengan pertumbuhan kredit tersebut, jumlah nasabah kredit mikro juga bertambah dari 789.003 menjadi lebih dari 885.969 nasabah.

Untuk mengembangkan sektor UMKM, Bank Mandiri juga menyalurkan pembiayaan ke sektor ini dengan skema penjaminan pemerintah, antara kain Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Pengembangan Energi Nabati & Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP), Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) dan Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS).

Total penyaluran Kredit dengan skema khusus tersebut mencapai Rp 16,09 triliun hingga September 2013, dengan penyaluran terbesar dialokasikan pada KUR yaitu sebesar Rp 12,6 triliun, kepada lebih dari 250 ribu nasabah.

“Penyaluran kredit Bank Mandiri, terutama ke segmen mikro, yang terus menunjukkan peningkatan, merupakan realisasi dari komitmen kami meningkatkan akses masyarakat di berbagai wilayah Indonesia kepada pembiayaan produktif,” ucapnya.

Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp 514,2 triliun pada September 2013 dari Rp 430,9 triliun di September 2012. Dari jumlah tersebut, dana murah seperti Giro dan Tabungan tercatat sebesar Rp 330,7 triliun, tumbuh 21,8% dari posisi September 2012 sebesar Rp 271,6 triliun.

Sementara itu dalam pengembangan jaringan kantor cabang, jaringan elektronik, maupun jaringan, hingga September 2013, Bank Mandiri telah menambah 176 unit kantor cabang dalam negeri sehingga menjadi 1.909 unit termasuk cabang MMU, dari 1.733 unit di periode yang sama tahun lalu. Penambahan 988 unit ATM sehingga menjadi 11.454 unit, menambah Electronic Data Capture (EDC) sebanyak 65.865 unit sehingga menjadi 209.249 unit, dan menambah jaringan bisnis mikro menjadi 2.346 unit. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)