Jakpro Kejar Target Laba Rp94 Miliar di 2018

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mencatat laba Rp 24 miliar di triwulan II tahun ini. Walau hanya 26% dari target yang ingin diraih hingga akhir 2018 sebesar Rp94 miliar, manajemen  meyakini bisa mencapainya.

Dwi Wahyu Daryoto, Dirut Jakpro selepas RUPSLB (Rapan Umum Pemegang Saham Luar Biasa), mengatakan, memang berat di triwulan II ini karena laba BUMD Jakarta ini baru menyentuh angka Rp 24 miliar. Namun,  pihaknya optimistis target akhir tahun bisa dicapai karena ada beberapa pendapatan seasonal plus pendapatan lain yang sudah direncanakan.

Lebih detail Dwi memaparkan pencapaian kinerja Jakpro pada triwulan  III - 2018. “Laba bersih di triwulan II ini sebenarnya telah melebihi 180% dari target laba bersih yang ditetapkan pada Rancangan Kerja dan Anggaran Perusahaan 2018 yang mematok  Rp 8,7 miliar atau naik 46 % dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 16,7 miliar,” terangnya di Gedung Thamrin City (09/08/2018). 

Kontribusi pendapatan terbesar diraih Jakpro  dari pendapatan usaha sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang mengambil porsi 63% dari total pendapatan usaha Jakpro di triwulan II atau mencapai Rp 211,6 miliar.

“‘Memang menjadi pertanyaan perusahaan kami dengan nama Jakarta Propertindo kok pendapatan terbesar disumbang dari TIK, ini berkat sinergi BUMN yang memaksimalkan atau utilisasi unit-unit usaha kami juga menunjukkan bahwa perusahaan merespons perkembangan pasar ekonomi digital, jelasnya.

Selain dari TIK, pendapatan Jakpro juga disumbang 16% dari sektor utilitas sebesar Rp 55,7 miliardari total pendapatan perusahaan. Pendapatan sektor properti justru menyumbang lebih rendah 15% atau setara dengan Rp 54 miliar. Sisanya disokong oleh pendapatan jasa lain antaranya dari jasa konsultan dan pengelolaan parkir.

Jakpro mengemban tugas dari Pemprov DKI Jakarta dua pekerjaan terkait Asian Games 2018 yaitu arena Jakarta International Velodrome (JIV) untuk balap sepeda yang telah siap 100% dan Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP) untuk ketangkasan berkuda yang telah diresmikan ada 2 Agustus lalu oleh Gubernur Anies Baswedan. 

Untuk LRT (light rail transit) Jakarta pekerjaan prasarana telah mencapai 82,06%, adapun kesiapan sarana telah mencapai 84,57%. Artinya keduanya sudah mendekati target kesiapan untuk uji coba operasi yang ditetapkan 85%. Jadi kesiapan operasional telah mencapai 91% atau sesuai jadwal yang rencananya akan diuji operasi terbatas pada 15 Agustus mendatang. 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)