Kinerja Seluruh Unit Bisnis Membaik, Pendapatan Tunas Ridean Capai Rp 10 Triliun

PT Tunas Ridean Tbk. mengumumkan kinerja keuangan yang menggembirakan untuk tahun buku 2012. Pendapatan bersih tumbuh 20% menjadi Rp 10 triliun seiring dengan membaiknya kinerja dari seluruh unit bisnis.

Pendapatan grup yang tinggi tersebut mendorong perolehan laba menjadi Rp 420 miliar atau tumbuh 30% lebih tinggi dibandingkan dengan 2011. Laba per saham juga naik 30% menjadi Rp 75.

Direktur Utama PT Tunas Ridean Tbk, Rico Setiawan, mengatakan, Grup Tunas, memiliki pencapaian yang baik sebagai dampak dari besarnya konsumsi dan investasi dalam perekonomian Indonesia selama tahun 2012.

Kinerja yang sehat dari lini bisnis Grup Tunas yang mengusung pertumbuhan laba sepanjang 2012 antara lain, laba dari bisnis otomotif Grup naik 22% menjadi  Rp 334 miliar. Menurut Rico Setiawan, ini didukung oleh permintaan konsumen yang menguat serta terdapatnya pembiayaan kendaraan bermotor dengan bunga yang terjangkau.

Secara nasional, penjualan mobil naik 25% menjadi 1,1 juta unit namun penjualan motor turun 12% menjadi 7,1 juta unit. Dari total penjualan mobil nasional tersebut, penjualan mobil Grup meningkat 24% menjadi 47.597 unit, sementara penjualan motor Grup turun 12% menjadi 175.257 unit.

"Naiknya persyaratan uang muka untuk pembiayaan otomotif tidak secara langsung memberi dampak signifikan terhadap penjualan mobil. Namun, bersamaan dengan melemahnya harga komoditas global, berdampak pada menurunnya penjualan motor," kata Rico.

Sementara dari bisnis penyewaan kendaraan, laba Tunas Rental meningkat menjadi Rp 29 miliar, didukung oleh pertumbuhan yang sehat dari portofolio kontrak jangka panjang dan peningkatan keuntungan dari penjualan kendaraan bekas sewa. Portofolio jangka panjang Tunas Rental tumbuh 15% menjadi 4.351 unit.

Sedangkan perusahaan afiliasi yang 49% sahamnya dikuasai oleh Grup, Mandiri Tunas Finance, menyumbang laba Rp 57 miliar, 77% lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Menurut Rico Setiawan, peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan bunga bersih dan pendapatan administrasi yang timbul dari portofolio yang lebih besar. Volume pembiayaan baru juga meningkat 17% menjadi Rp 8,4 triliun.

"Grup memperoleh pertumbuhan yang sehat dari segi laba secara keseluruhan. Pandangan tahun 2013 stabil walaupun terdapat peningkatan biaya," tambah Rico. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)