Konsisten Membangun Infrastruktur, NI Raih Laba Rp 30,41 Miliar

Hingga semester I 2013 PT Nusantara Infrastructure (NI) berhasil meningkatkan kenaikan aset sebesar 22,6% menjadi Rp 455,8 miliar i, yang berarti terjadi peningkatan dibandingkan dengan total aset periode 31 Desember 2012.

“Kenaikan aset ini merupakan hasil dari konsistensi Nusantara Infrastructure dalam mengembangkan infrastruktur nasional,” ungkap Deden Rochmawaty, GM Corporate Affairs PT Nusantara Infrastructure Tbk .

sumber foto : http://www.nusantarainfrastructure.com
sumber foto : http://www.nusantarainfrastructure.com

“Kesuksesan ini juga diiringi dengan meningkatnya laba bersih sebelum pajak (profit before tax) yang meningkat sebesar 25%, dari Rp 24,39 miliar per 30 Juni 2012 menjadi Rp 30,41 miliar per 30 Juni 2013,” tambahnya yang juga menyebutkan bahwa bertambahnya saldo kas perseroan berasal dari hasil restrukturisasi perseroan dengan anak perusahaan (PT Margautama Nusantara) sebesar Rp 595 miliar.

Adapun infrastruktur yang masuk ke dalam portofolio Nusantara Infrastructure meliputi beberapa sektor. Pertama, sektor transportasi di mana perseroan menangani 4 ruas jalan tol yang terdiri dari Tol Bintaro-Bumi Serpong Damai (BSD), Jakarta Outer Ringroad W1 (JLB) W1 Kebon Jeruk-Penjaringan, Ruas Tol Seksi Enam (JTSE) dan Tol Bosowa Marga Nusantara (BMN)-Makassar.

Kedua, sektor air bersih. Melalui PT Potum Mundi Infranusantara, perseroan mengakuisisi 51% saham PT Tirta Bangun Nusantara (TBN) dan PT Enviro, 28% saham PT Tirta Kencana Cahaya Mandiri (TKCM) yang berkapasatias 1.300 liter per second serta PT Dain Celicani Cemerlang (DCC) untuk melakukan konversi atas pinjaman Perseroan kepada DCC menjadi setoran modal sebanyak 51%. DCC sendiri memiliki konsesi untuk membangun dan mengelola instalasi air bersih di Kawasan Industri Medan (KIM) dengan total kapasitas 250 liter per second.

Ketiga, sektor pelabuhan. Perseroan berhasil mengakuisisi 39% saham dari PT Intisentosa Alambahtera (ISAB) melalui anak perusahaan PT Portco Infranusantara (Portco) untuk pengelolaan pelabuhan Panjang di Lampung. Dalam hal ini, perseroan akan menambah kapasitas muatan CPO dari 48.000 MT menjadi 125.000 MT yang direncanakan akan selesai dibangun dalam kurun waktu 1,5 tahun.

Terakhir, di sektor energi, PT Energy Infranusantara (EI) masuk ke PT Inpola Meka Energi  (IME) dengan mengambil 45% saham IME. IME sendiri memiliki pokok bisnis di bidang pengembangan Mini Hydro Power Plant (PLTA mini hidro) di Lau Gunung, Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara. Saat ini proyek berkapasitas 10 mega watts tersebut masih dalam tahap pembangunan.

 “Pencapaian Nusantara Infrastructure ini telah menarik minat investor asing dalam dua tahun terakhir untuk menanamkan modalnya melalui Nusantara Infrastructure," dia menambahkan.

Hal ini utamanya didukung oleh Cap Asia, sebuah perusahaan investasi swasta yang mengkhususkan diri pada sektor investasi infrastruktur di Asia Tenggara, untuk ikut memperkuat anak perusahaan yang bergerak dibidang Jalan Tol yaitu PT Marga Utama Nusantara. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)