Kredit Bank Danamon Naik Jadi Rp 143,6 Triliun

Jajaran Manajemen PT Bank Danamon Indonesia Tbk saat Paparan Kinerja Keuangan Kuartal III 2019

PT Bank Danamon Indonesia Tbk mengumumkan laporan keuangan untuk Kuartal III/2019. Total portofolio kredit dan trade finance umbuh 7% menjadi Rp 143,6 triliun dibandingkan setahun sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan di sisi simpanan, untuk giro dan tabungan (Current Account Savings Accounts/CASA) naik 10%, deposito naik 17% dibandingkan setahun sebelumnya.

Untuk laba bersih setelah pajak (net profit after taxes/NPAT), sebesar Rp 2,6 triliun. Nilai ini turun 15% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,038 triliun.

Adapun rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) dinilai menjadi salah satu yang terkuat di kelasnya. Pasca penggabungan dengan Bank BNP, CAR konsolidasi dan CAR khusus bank masing-masing berada pada posisi 22,5% dan 23,0%. Untuk giro dan tabungan atau CASA naik 10% menjadi Rp54,2 triliun, sementara deposito naik 17% menjadi Rp 59,4 triliun dan rasio intermediasi makroprudensial (RIM) pada posisi 97,4%.

“Menjadi bagian dari MUFG Bank serta tuntasnya penggabungan usaha dengan Bank Nusantara Parahyangan (Bank BNP) akan memberikan nilai tambah Bank Danamon. Pasalnya, akan dapat mengakses kekuatan, keahlian dan jaringan MUFG untuk melayani nasabah kami dan memfasilitasi pertumbuhan Bank Danamon dalam mewujudkan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Muljono Tjandra, Chief Financial Officer Bank Danamon di Jakarta (23/10/2019).

Ppihaknya akan terus melakukan diversifikasi sumber pendapatan, memperkuat layanan nasabah, dan melaksanakan penerapan solusi berbasis teknologi dan digital yang komprehensif. "Ke depannya, kami yakin akan menghasilkan kinerja dan pencapaian yang positif karena kolaborasi dengan MUFG. Hal ini tentunya akan menghadirkan pertumbuhan jangka panjang yang berkesinambungan bagi Bank Danamon,” lanjut Muljono.

Sementara itu, untuk pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance tumbuh 8% secara setahunan menjadi Rp 53,9 triliun pada sembilan bulan pertama 2019. Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance juga tumbuh 9% menjadi Rp 142,8 triliun secara setahunan.

Muljono menuturkan, Bank Danamon akan terus meningkatkan penerapan prosedur pengelolaan risiko dan manajemen kualitas aset yang pruden, melalui proses underwriting, monitoring, collection dan recovery kredit yang disiplin. Saat ini, rasio kredit bermasalah atau NPL tercatat di posisi 3,2% dan rasio biaya kredit (Cost of Credit Ratio) berada di posisi 2,7%.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)