Kredit Mikro Bank Mandiri Tumbuh Paling Tinggi

Kredit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil tumbuh sebanyak 22,3 persen pada Juni 2013 dari bulan yang sama tahun sebelumnya. Secara angka, kredit bank BUMN ini naik sekitar Rp 78 t, menjadi Rp 428,7 triliun per triwulan II tahun ini. Pertumbuhan yang demikian besar didorong oleh peningkatan penyaluran kredit di segmen mikro yang cukup signifikan.

Pahala(utama)“Total kredit Bank Mandiri tumbuh sebesar 22,3 persen. Pertumbuhan tersebut terutama dipacu oleh segmen mikro yang memang mengalami pertumbuhan yang tertinggi dibandingkan segmen yang lainnya,” terang Pahala N Mansury, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, dalam paparannya terkait kinerja Bank Mandiri per triwulan II 2013, di Jakarta, Senin (29/7/2013) sore. Ia menjelaskan, penyaluran kredit di segmen mikro tumbuh mencapai 58,1 persen secara tahunan, sehingga menjadi Rp 23,9 triliun per Juni 2013.

Sedangkan kredit yang disalurkan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tumbuh 26,5 persen, atau mencapai Rp 60,2 triliun per Juni lalu. Disebutkan Pahala, jumlah rekening kredit UMKM terus mengalami peningkatan. Pada akhir triwulan II lalu, jumlah rekening kredit UMKM mencapai 618,7 ribu rekening. Tumbuh 24,2 persen dari periode yang sama tahun 2012 yang mencapai 498 ribu rekening.

“Pertumbuhan signifikan juga terjadi pada penyaluran ke KUR (kredit usaha rakyat), yang akhir triwulan II 2013 mengalami peningkatan menjadi Rp 12,2 triliun. Disalurkan kepada kurang lebih 237,6 ribu debitur, dengan tingkat NPL di kisaran 3 persen,” lanjutnya.  Sementara itu, kredit business banking tumbuh 28,3 persen menjadi Rp 42,5 triliiun.

“Kalau kita lihat kredit di corporate banking meskipun ada perubahan dari sisi klasifikasi yang menyebabkan adanya penurunan pertumbuhan kredit corporate banking, itu di triwulan II 2013 secara year on year tumbuh 4,3 persen mencapai Rp 124,3 triliun. Kredit SBU commercial banking tumbuh 16 persen mencapai Rp 104,2 triliun. Sementara itu di segmen consumer financing tumbuh sebesar 21,1 persen, menjadi Rp 52,4 triliun.”

Jika melihat data satu tahun terakhir, ia menyebutkan, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit secara bruto hampir Rp 90 triliun. Jumlah itu bersumber dari penyaluran kredit sebesar Rp 147,3 triliun dikurangi angsuran Rp 57,4 triliun. Pertumbuhan kredit itu terutama berasal dari penyaluran kredit produktif yang terdiri dari kredit investasi dan modal kerja, yang masing-masing mengalami peningkatan sebesar Rp 59,3 triliun, atau tumbuh 22,5 persen secara tahunan. “Dan ini mencapai kurang lebih 86 persen dari total kredit yang disalurkan Bank Mandiri. Jadi, kredit Bank Mandiri sebagian besar, atau 86 persen, adalah kredit yang disalurkan untuk tujuan produktif,” Pahala menegaskan.

Berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit yang tumbuh terbesar mencapai 30 persen disalurkan ke sektor komunikasi, pengangkutan, dan pergudangan. “Sementara itu, kalau dilihat secara absolut, atau jumlah kredit yang terbesar, itu masih kami salurkan ke sektor industri pengolahan, atau manufaktur, yaitu mencapai Rp 80,2 triliun. Sedangkan, sektor kedua terbesar saat ini adalah sektor perdagangan, restoran, dan hotel, yang penyalurannya mencapai Rp 71,3 triliun,” tandasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)