KREN Bukukan Pendapatan Rp 11,6 Triliun di 2019

Direktur Utama KREN, Michael Steven.

PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) mencatatkan kinerja positif selama 2019. Emiten manajer investasi ini membukukan pendapatan sebesar Rp11,6 triliun. Angka tersebut tumbuh 61,0% dari Rp7,2 triliun pada 2018.

Adapun kontributor terbesar pendapatan masih berasal dari segmen teknologi dan digital, yang menyumbang 95,5% dari total pendapatan pada 2019, dibandingkan dengan 88,2% pada tahun sebelumnya.

Pendapatan KREN dari segmen teknologi dan digital membukukan peningkatan +74,4% YoY, naik dari Rp6,4 triliun pada 2018 menjadi Rp11,1 triliun pada 2019. Hasilnya, laba operasi dari segmen ini berhasil mencatat pertumbuhan 48,8% YoY, melonjak dari Rp96,8 miliar pada 2018 menjadi Rp144,1 miliar pada 2019.

Direktur Utama KREN, Michael Steven mengatakan, ada tiga strategi inti KREN untuk mecapai pertumbuhan itu yakni pengayaan ekosistem digital, pemberdayaan jaringan distribusi, dan amplifikasi ekosistem melalui natural use-cases.

Pada 2019, Perseroan berhasil secara agresif memperluas digital distribution channels, naik 111% YoY menjadi 160.000 titik, dari hanya 76.000 pada 2018. Dengan ini, Perseroan berharap untuk memperdalam penetrasi pasar dan melayani pelanggannya di seluruh negeri dengan lebih baik lagi.

Meski demikian, KREN memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham dari laba yang diperoleh pada tahun buku 2019 lalu. Menurut Michael, secara model bisnis pihaknya berbeda dengan perusahaan lain. Sebab, sebagai perusahaan investasi, Michael menilai laba yang diperoleh harus langsung digunakan kembali demi menjaga keberlangsungan perusahaan.

"Saat makin meninggi mungkin investor-investor makin senang. Jadi kalau saya bilang kita bukan dividen policy company, kita lebih ke arah high growth high potential company,” ungkap Michael dalam konferensi pers virtual, Rabu (24/06/2020)

Menurut dia, pembagian dividen pada pemegang saham akan dilakukan setelah perseroan telah berhasil mencapai level pertumbuhan yang ditargetkan. Sementara itu, dengan kondisi pandemi sekarang Michael pun tidak menargetkan angka spesifik soal pertumbuhan kinerja perseroan tahun ini.

Dia menyatakan fokus utama perseroan adalah mempertahankan pendapatan agar setidaknya berada di level yang sama dengan tahun lalu, yakni sebesar Rp11,6 triliun. Michael optimistis target tersebut dapat dicapai mengingat pendapatan KREN di kuartal I/2020 masih berhasil tumbuh di tengah kondisi pasar yang tertekan akibat pandemi.

“Kalau top line-nya bisa stay di Rp11,6 triliun saja, tidak turun dbandingkan tahun lalu, kita sudah happy sekali. Dan justru karena Covid ini top line kita meningkat sekali. Mudah-mudahan pertumbuhan ini bisa kami jaga,”dia berharap.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)