Kuartal III, Laba Bersih WOM Finance Meningkat 51%

Djaja Suryanto Sutandar (kedua dari kiri) Presiden Direktur WOM Finance, bersama direksi WOM Finance disela-sela paparan publik di Jakarta

Kinerja PT PT Wahana Ottomitra Multiartha (WOM Finance) kian moncer, hal ini tercermin dari paparan kinerja September 2018. Dari sisi penyaluran pembiayaan misalnya hingga September 2018 sebesar Rp 5,5 triliun atau meningkat 23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 4,5 triliun.

Kontribusi terbesar dari penyaluran pembiayaan tersebut berasal dari pembiayaan motor baru sekitar Rp 3,1 triliun dan pembiayaan multiguna sebesar Rp 2,1 triliun.

Dari sisi aset, menurut Zacharia Susantadiredja, Direktur Keuangan WOM Finance, pada periode yang sama total aset meningkat menjadi Rp 8,9 triliun, sedangkan periode yang sama tahun sebelumnya hanya Rp 6,9 triliun.

Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan piutang pembiayaan konsumen naik sebesar 38% dan ekuitas WOM Finance mencapai Rp 1,1 triliun atau naik 20% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Sedangkan total liabilitas tercatat Rp 7,8 triliun atau naik 30% dibandingkan periode yang sama periode sebelumnya sebesar Rp 6 triliun.

Peningkatan liabilitas tersebut didukung oleh peningkatan Pinjaman Bank, dimana hingga September 2018 sekitar Rp 4,3 triliun dari Rp 2,8 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya dan Pinjaman Obligasi sampai dengan September 2018 menjadi sebesar Rp 3 triliun dari Rp 2,7 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Dari sisi total pendapatan WOM Finance berhasil membukukan sekitar Rp.1,9 triliun atau meningkat 27% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp. 1,5 triliun. Sedangkan dari sisi laba bersihnya sekitar Rp 152 miliar, atau meningkat 51% dibanding periode yang sama tahun lalu (Rp 101 miliar).

Menurut Djaja Suryanto Sutandar, Presiden Direktur WOM Finance, kinerja yang positif hingga akhir September 2018 membuktikan WOM Finance berhasil mengokohkan eksistensinya dalam industri pembiayaan kendaraan bermotor dengan kinerja keuangan yang baik dan likuiditas yang sehat.

Diakui Djaja, tahun ini berbagai langkah telah dilakukan WOM Finance agar tetap tumbuh di tengah kondisi makro ekonomi yang cenderung stagnan. Tahun ini WOM Finance telah membuat strategi-strategi bisnis, yaitu memperluas jaringan dengan fokus membuka kantor cabang di luar Pulau Jawa (Sumatera dan Kalimantan).

Selain itu, WOM Finance juga telah memperkuat fundamental dan infrastruktur teknologi informasi perusahaan melalui pembaharuan IT Core System untuk mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan dan meningkatkan pembiayaan dengan melakukan kerja sama bersama mitra strategis dan channel-channel digital.

Sampai akhir September 2018, WOM Finance memiliki 120 Kantor Cabang dan 72 Kantor Selain Kantor Cabang yang tersebar di Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bangka dan Batam. Dan didukung oleh 1.117 dealer dan 2.656 agen untuk melayani hampir seluruh kota besar di Indonesia.

Selain itu, WOM Finance juga melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2018. Obligasi ini nantinya akan ditawarkan dalam 3 (tiga) seri yaitu Obligasi Seri A dengan jangka waktu 370 hari sejak Tanggal Emisi, Obligasi Seri B dengan jangka waktu 2 (dua) tahun sejak Tanggal Emisi, dan Obligasi Seri C dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi.

PUB Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance Tahap I Tahun 2018 ini ditawarkan sebanyak-banyaknya sebesar Rp 800 miliar, dan merupakan bagian dari PUB Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance yang akan diterbitkan dalam beberapa tahap dengan total target dana yang dihimpun sebesar Rp 5 triliun.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)