Laba Bersih CIMB Niaga Semester I 2012 Rp 1,98 Triliun

PT Bank CIMB Niaga Tbk hari ini melaporkan perolehan laba bersih konsolidasi (unaudited) sebesar Rp 1,98 triliun pada enam bulan pertama tahun 2012. Raihan tersebut meningkat sebesar 28% dari periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 1,55 triliun. Perolehan laba ini menghasilkan earning per share (EPS) sebesar Rp 78,93 atau lebih besar dari angka tahun sebelumnya yang sebesar Rp 61,94.

Peningkatan laba ini ditopang oleh meningkatnya pendapatan operasional sebesar 28% menjadi Rp 6,37 triliun, naik dari periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 4,97 triliun. Adanya aktivitas treasury yang meningkat signifikan menjadi sebesar Rp 651,8 miliar per Juni 2012, berkontribusi positif terhadap total pendapatan operasional CIMB Niaga.

Dengan pencapaian laba tersebut, CIMB Niaga semakin memperkokoh posisinya sebagai bank terbesar ke-5 di Indonesia dari sisi aset. Total aset bank ini tercatat Rp 179,42 triliun per 30 Juni 2012 atau naik 17% dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 152,71 triliun.

Relatif stabilnya perekonomian Indonesia di tengah krisis global, berdampak positif pada kinerja perseroan dalam melakukan fungsi intermediasi, khususnya dalam penyaluran kredit. Per akhir Juni 2012, CIMB Niaga menyalurkan kredit Rp 137,46 triliun, naik 18% dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya.

Sektor komersial (termasuk syariah) memberikan kontribusi terbesar atas pertumbuhan kredit perseroan, sebesar Rp 54,96 triliun dengan kenaikan sebesar 27% disusul dengan sektor korporasi dan konsumer yang meningkat masing-masing sebesar 13% dan 12%.

"Rasio non performing loan/NPL gross per akhir Juni 2012 tercatat sebesar 2,52%, lebih rendah 17 basis poin (bps) dari posisi di periode yang sama tahun sebelumnya di level 2,69%," kata Presiden Direktur CIMB Niaga, Arwin Rasyid.

Meningkatnya penyaluran kredit didukung dengan naiknya jumlah dana pihak ketiga (DPK). Per 30 Juni 2012, DPK tercatat sebesar Rp 137,59 triliun, naik 11% dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 123,46 triliun.

Dari sisi pembiayaan, CIMB Niaga terus mendorong pertumbuhan kredit syariah, micro finance dan pembiayaan dari anak usaha, PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF). Ketiga segmen bisnis tadi memiliki pertumbuhan bisnis yang cukup baik.

Per semester I 2012, pembiayaan syariah CIMB Niaga tercatat sebesar Rp 1,73 triliun, meningkat 150% dari posisi yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 692 miliar. Adapun pembiayaan otomotif CNAF tumbuh 62% menjadi Rp 9,52 triliun, dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 5,90 triliun.

Sementara untuk bisnis kartu kredit, tercatat pembiayaan Rp 3,17 triliun, naik 33% dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp 2,39 triliun. Jumlah pemilik kartu kredit bank ini secara year on year sebesar 17% menjadi 1,37 juta pengguna per 30 Juni 2012. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)