Laba Bersih FIF Turun 8%

Kinerja PT Federal International Finance (FIF) tahun 2011 merosot. Perusahaan pembiayaan Grup Astra itu mengalami penurunan laba bersih 8% dari Rp 1,174 triliun pada 2010 menjadi Rp1,079 triliun tahun 2011. Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit, total pendapatan naik 10% dari Rp 4,53 triliun tahun 2010 menjadi Rp 4,98 triliun pada 2011.

Namun pendapatan ini diikuti juga dengan naiknya beban operasional yang mencapai 20% dari Rp 2,97 triliun pada 2010 menjadi Rp 3,56 triliun di tahun 2011. “Kenaikan beban tersebut berasal dari kenaikan belanja operasional meliputi penyesuaian kesejahteraan karyawan seperti gaji dan ekspansi jaringan perusahaan. Sementara untuk Non Performing Loan (NPL) kami berhasil mencapai angka 1,43% di mana pencapaian tersebut merupakan yang terbaik sepanjang 5 tahun terakhir,” ujar Suhartono, Presiden Direktur FIF.

Sampai dengan Desember 2011, FIF mengelola piutang pembiayaan konsumen bersihnya setelah dikurangi porsi Joint Finance (JF), bunga, dan cadangan kerugian piutang (provisi) senilai 15,85 triliun atau naik 39% dari tahun lalu yang senilai Rp 11,41 triliun. Hal tersebut didukung dengan pembiayaan sepanjang tahun 2011 senilai Rp 20,1 triliun atau meningkat 22% dari tahun 2010 yang berada di angka Rp 16,4 triliun.

Per Januari 2012, FIF telah membiayai 94.119 unit sepeda motor baru Honda atau setara dengan Rp 1,148 triliun, 31.085 unit sepeda motor bekas berkualitas senilai Rp 205,037 miliar dan untuk pembiayaan elektronik (Spektra), FIF membukukan pembiayaan senilai Rp 100,453 miliar. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, FIF membukukan pembiayaan sepeda motor baru senilai Rp 1,126 triliun atau setara dengan 94.905 unit.

Sementara untuk pembiayaan sepeda motor bekas, total pembiayaan senilai Rp 165,243 miliar atau membiayai 21.672 unit, sedangkan pembiayaan Spektra ditutup dengan Rp 85,479 miliar. Untuk mendukung pembiayaan di tahun 2012 yang ditargetkan sebesar Rp 22 Triliun, FIF akan melakukan penawaran umum obligasi berkelanjutan dengan nilai Rp 10 Triliun dalam jangka waktu 2 tahun. Sementara untuk tahap pertama, FIF akan menerbitkan obligasi senilai Rp 2 Triliun yang rencananya terbit pada akhir kuartal I 2012. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)