Laba Bersih Maybank Capai Rekor Rp2,2 Triliun

Customer service personnel/teller Maybank.

Tahun buku 2018 ditutup PT Bank Maybank Indonesia Tbk. dengan kinerja yang ciamik. Laba bersih yang dibukukan naik 21,6% mencapai rekor baru menjadi Rp2,2 triliun. Capaian ini didukung pendapatan bunga bersih (NII) yang lebih tinggi dan perbaikan kualitas aset.

Kualitas aset yang lebih baik, pertumbuhan yang solid di bisnis syariah disertai peningkatan kinerja pada anak perusahaan, dan pengelolaan biaya strategis secara berkelanjutan juga memberikan kontribusi bagi peningkatan kinerja Maybank.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria, mengatakan, "Selain melanjutkan transformasi yang tengah berjalan di perbankan global dan rekalibrasi model bisnis ritel kami, perjalanan transformasi ke depan akan fokus pada optimalisasi teknologi untuk memberikan pengalaman nasabah yang lebih baik di seluruh touchpoints. Ini akan ditandai dengan peluncuran perbankan digital baru M2U dan perbaikan website kami.”

Maybank mencatat pendapatan bunga bersih tumbuh 5,2% menjadi Rp8,1 triliun pada Desember 2018 dibanding Rp7,7 triliun tahun sebelumnya. Implementasi penerapan pricing yang disiplin oleh Maybank secara berkelanjutan disertai efisiensi operasional yang meningkat memungkinkan Maybank untuk menahan tekanan pada marjin bunga, menghasilkan peningkatan marjin bunga bersih sebesar 7 basis poin menjadi 5,2%.

Kualitas aset Maybank meningkat signifikan seperti tercermin dari tingkat NPL yang lebih rendah sebesar 2,6% (gross) dan 1,5% (net) per 31 Desember 2018 dibanding 2,8% (gross) dan 1,7% (net) tahun sebelumnya. Maybank juga berhasil melakukan penjualan sebagian NPL lama (NPL legacy) dan kredit macet yang telah dihapusbukukan (write-off NPL legacy) sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk membersihkan portofolio kredit.

Maybank konservatif dalam mengelola kualitas aset dan mengambil langkah proaktif sejak awal pada fasilitas kredit nasabah yang terdampak oleh iklim ekonomi yang penuh tantangan.  Sehubungan dengan peningkatan kualitas aset, Bank juga mampu mengurangi penyisihan kerugian penurunan nilai kredit sebesar 38,6% menjadi Rp1,3 triliun sepanjang tahun 2018.

Biaya overhead tetap terkendali dengan pertumbuhan marjinal sebesar 4,0% menjadi Rp6,0 triliun sebagai hasil dari inisiatif pengelolaan biaya strategis secara berkelanjutan di seluruh lini bisnis dan unit pendukung.

Strategi dalam menumbuhkan portofolio secara prudent disertai dengan kebijakan manajemen risiko yang kuat juga memberikan kontribusi bagi perbaikan kinerja tahun ini.

Pertumbuhan kredit yang berkelanjutan sebesar 6,3% mencapai Rp133,3 triliun per 31 Desember 2018 dari Rp125,4 triliun tahun lalu. Kredit CFS-Non Ritel, yang terdiri dari kredit mikro, usaha kecil & enengah (UKM) dan business banking tumbuh 10,9% mencapai Rp58,3 triliun per 31 Desember 2018 dari Rp52,6 triliun tahun lalu, sementara kredit CFS Ritel meningkat 3,1% mencapai Rp44,0 triliun per Desember 2018 dari Rp42,7 triliun tahun lalu. Perbankan global membukukan pertumbuhan kredit sebesar 2,9% mencapai Rp31,0 triliun sehubungan adanya pelunasan dipercepat dari beberapa nasabah korporasi pada kuartal keempat 2018.

Selaras dengan strategi Maybank untuk mengurangi ketergantungan pada simpanan berbiaya tinggi, total simpanan nasabah turun 3,7% menjadi Rp116,8 triliun per Desember 2018 dibandingkan Rp121,3 triliun tahun lalu. Meskipun demikian, Maybank terus secara aktif mengelola aset dan kewajiban untuk memastikan tingkat pendanaan dan biaya yang optimal sepanjang waktu.

Perseroan menjaga posisi modal yang kuat dengan total modal mencapai Rp26,1 triliun pada 2018.  Penambahan modal melalui rights issue yang diselesaikan pada semester pertama 2018, meningkatkan modal Tier-1 sebesar Rp2,0 triliun.  CAR Maybank meningkat menjadi 19,0% per 31 Desember 2018 dari 17,5% pada tahun lalu.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)