Laba Bersih Rp 1,2 Triliun, Tapi BII Tidak Bagi Dividen

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUSPT) PT Bank Internasional Indonesia Tbk. (BII) menyepakati langkah perseroan yang memutuskan tidak membagi dividen kepada pemegang dari laba bersih tahun lalu sebesar Rp 1,2 triliun. Nilai laba tersebut naik 81% dari 2011.

Menurut Presiden Direktur BII, Dato Khairussaleh Ramli, tidak adanya pembagian dividen karena perseroan masih butuh dukungan untuk ekspansi di sektor kredit. "Para pemegang saham cukup memahami, " kata Dato Khairussaleh di Jakarta, Senin (22/4).

Sepanjang 2012, BII mencatat pertumbuhan kredit mencapai 20%, dari Rp 67,2 triliun pada 2011 menjadi Rp 80,9 triliun pada 2012. Dari total kredit tersebut, kredit UKM tercatat tumbuh paling signifikan sebesar 41% dari Rp 16,4 triliun menjadi Rp 23,1 triliun. Sementara kredit korporasi tumbuh 24% menjadi Rp 21,6 triliun, kredit komersial tumbuh 1% menjadi Rp 8 triliun dan kredit konsumer tumbuh 11% menjadi Rp 27,8 triliun.

Dalam RUPST yang digelar di Kantor Pusat BII, Sentral Senayan III tersebut menyetujui penggunaan laba bersih 2012 yang akan digunakan sebagai cadangan umum sebesar Rp 120,82 miliar, sedangkan sisanya sebesar Rp 1,09 triliun ditetapkan sebagai laba ditahan. Sementara total aset BII telah melampaui Rp 100 triliun.

Kunci dari kenaikan laba 81% itu, Dato menjelaskan, perseroan berhasil melakukan penguranan cost dari DPK, kemudian aset kualitas anak usahanya yakni PT Wahana Ottomitra multiartha Tbk. (WOM Finance) yang tumbuh besar. Selain itu, pertumbuhan kredit terutama dari segmen UKM yang tumbuh 41%.

"Kami telah mencapai tonggak penting dengan total aset melampaui Rp100 triliun dan mencapai rekor laba baru. Sasaran kami meraih pangsa pasar di seluruh portofolio bisnis inti kami secara bertanggung jawab," tambah Dato. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)