Laba HM Sampoerna Hanya Nambah Rp 200 Miliar

PT HM Sampoerna Tbk meraih pendapatan bersih (di luar cukai) sebesar Rp 42,1 triliun sebesar di sepanjang tahun 2015, naik tipis 8,9% dari Rp 38,7 triliun pada tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, laba bersih mencapai Rp 10,4 triliun, naik tipis 1,8% dari Rp 10,2 triliun pada tahun 2014.

Sepanjang 2015, volume pasar rokok di Indonesia tak bertumbuh seiring perlambatan ekonomi. Sampoerna mempertahankan posisi kepemimpinan di pasar rokok Indonesia, dengan peningkatan pangsa pasar sebesar 0,1 poin menjadi 35,0% pada tahun 2015.

Kinerja dari portofolio Sigaret Kretek Mesin (SKM), terutama Sampoerna A, Dji Sam Soe Magnum dan Dji Sam Soe Magnum Blue, mengalami peningkatan sepanjang tahun 2015, yang mengimbangi penurunan kinerja dari portofolio Sigaret Kretek Tangan (SKT).

"Kinerja pangsa pasar Sampoerna yang solid menunjukkan kekuatan portofolio merek unggulan perusahaan. Sampoerna berkomitmen memproduksi dan memasarkan rokok berkualitas tinggi,” ujar Paul Janelle, President Director Sampoerna dalam rilisnya.

cukai rokok

Menurut dia, kinerja perusahaan yang solid di pasar mendukung tujuan penerimaan cukai pemerintah dan berkontribusi terhadap sumber
penghidupan komunitas pertanian tembakau dan cengkeh Indonesia, serta ribuan karyawan, grosir dan peritel yang berpartisipasi dalam perdagangan tembakau.

Sampoerna memenuhi persyaratan Bursa Efek Indonesia (BEI), dimana setiap Perusahaan Terbuka diwajibkan melepas paling sedikit 7,5% sahamnya untuk dimiliki oleh publik selambat-lambatnya 30 Januari 2016. Total penerimaan bersih Sampoerna dari Rights Issue ini sebesar sekitar US$ 1,5 miliar. Saat ini, Sampoerna memiliki kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia, yaitu lebih dari Rp 496 triliun.

"Sebagai salah satu investor terbesar di Indonesia, kami terus memegang komitmen kami di Indonesia. Transaksi ini menjadi contoh luar biasa bahwa para investor dalam negeri dan luar negeri memiliki keyakinan terhadap kondisi perekonomian dan pasar saham Indonesia. Kami sangat senang dengan hasilnya," imbuh Paul.

Rights Issue ini adalah pelepasan saham terbesar di Asia Tenggara dan penawaran saham terbesar di Indonesia sejak tahun 2008. Ini telah diakui oleh berbagai kalangan, yang tercermin dengan penganugerahan penghargaan di tingkat Asia kepada Sampoerna.

Sepanjang 2015, Sampoerna adalah pembayar pajak terbesar di Indonesia dengan total pembayaransekitar Rp. 67 triliun. Kementerian Keuangan RI memberi penghargaan kepada Perusahaan atas kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan cukai negara.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)