Laba Turun, SCG Tetap Rayakan 100 Tahun

Siam Cement Group mengumumkan hasil kinerja perusahaan sepanjang tahun fiskal 2012. Perusahaan asal Thailand ini mengalami penurunan laba yang disebabkan rendahnya marjin dari bisnis bahan kimia.

CEO SCG Kan Trakulhoon

Dalam paparan kinerja tersebut, Presiden sekaligus CEO SCG Kan Trakulhoon mengumumkan laporan keuangan konsolidasi (unreviewed) SCG dan anak perusahaan untuk tahun fiskal 2012 dengan peningkatan pendapatan penjualan sebesar 11% atau senilai Rp 122.219 triliun (US$13,115 juta) dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut tercapai berkat kenaikan harga produk dan pertumbuhan volume penjualan di seluruh bisnis SCG. Adapun laba di tahun 2012 tercatat sebesar Rp 7.070 triliun (US$759 juta), turun sebesar 14% dibanding tahun fiskal sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan rendahnya marjin bisnis bahan kimia, hilangnya inventarisasi di kuartal II/2012, dan penutupan pabrik milik Bangkok Synthetic Company Limited (BST), perusahaan asosiasi SCG Chemicals.

Kuartal IV/2012, SCG memperoleh pendapatan penjualan sebesar Rp29.952 triliun (US$3,214 juta), naik sebesar 14% dibandingkan tahun lalu berkat meningkatnya volume penjualan di seluruh bisnis SCG. Namun, jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, pendapatan penjualan mengalami penurunan 4%, akibat dari faktor musiman. Keuntungan pada periode ini tercatat sebesar Rp2.072 triliun (US$222 juta) atau naik sebesar 116% dibandingkan tahun sebelumnya dan 8% dibandingkan kuartal sebelumnya berkat pemulihan penjualan bisnis konstruksi sehubungan dengan banjir yang terjadi di kuartal IV/2011, di samping juga kontribusi dividen saham musiman akhir tahun dari SCG Investment.

Untuk kinerja bisnis perusahaan di wilayah operasional ASEAN (di luar Thailand), pendapatan penjualan untuk tahun 2012 mengalami pertumbuhan sebesar 39% atau sebesar Rp9.358 triliun (US$1,004 juta) dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan penjualan tersebut merupakan 8% dari total pendapatan penjualan SCG.

Per 31 Desember 2012, total aset SCG mencapai Rp124.515 triliun (US$12,927 juta), sedangkan total aset SCG di wilayah ASEAN adalah sebesar Rp17.389 triliun (US$1,805 juta). Total aset SCG di wilayah ASEAN merupakan 14% dari total aset konsolidasi SCG.

Dengan visi untuk menjadi pemimpin bisnis yang berkelanjutan di ASEAN, SCG terus memperluas kegiatan usahanya di kawasan tersebut. Indonesia, Vietnam, dan Myanmar menjadi negara tujuan investasi dan pengembangan produk dan jasa bernilai tambah tinggi (High Value-Added/HVA) dengan investasi senilai Rp645 triliun (US$70 juta) untuk riset dan pengembangan.

100 Tahun SCG

Bulan Juni 2013 nanti SCG merayakan 100 tahun eksistensinya dengan menempatkan upaya lebih lanjut dalam mencapai keseimbangan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup yang memungkinkan masyarakat untuk hidup bersama secara berkelanjutan dan bahagia.

Dalam siaran pers yang diterima SWA Online, Kamis (31/1), Kan menuturkan, “Sejalan dengan ulang tahun SCG yang ke-100 tahun, perusahaan telah mengabdikan dirinya untuk menciptakan ekonomi, masyarakat, dan lingkungan hidup yang berkelanjutan, dan akan terus melanjutkan bisnis yang sejalan dengan pendekatan pembangunan yang berkelanjutan.”

“Untuk merayakan ulang tahunnya, SCG menekankan transfer praktik terbaik dalam menjalankan operasi bisnis dan manajemen dengan melakukan serangkaian aktivitas. SCG akan mengadakan kunjungan ke fasilitas pabrik, menjadi tuan rumah pada pameran yang menampilkan penemuan dan inovasi SCG sepanjang masa, menjadi tuan rumah untuk seminar berskala regional mengenai riset dan pengembangan serta pembangunan berkelanjutan, menerbitkan buku mengenai operasi bisnis, manajemen sumber daya manusia, dan pembangunan berkelanjutan yang dapat menjadi contoh dan pembelajaran yang dapat diterapkan oleh organisasi-organisasi,” tambah Kan.

SCG juga akan fokus pada kontribusi sosial melalui berbagai cara, seperti aktivitas yang dapat meningkatkan potensi generasi muda, pelestarian air serta peluncuran 100 buah prototipe komunitas berkesinambungan dan program sukarelawan untuk keuntungan masyarakat. Hal ini dilakukan untuk bersama-sama menciptakan masyarakat yang saling mendukung dan berkontribusi terhadap pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Dengan visi menjadi pemimpin bisnis yang berkesinambungan di ASEAN, SCG telah mengupayakan strategi utamanya, dengan memperluas ekspansi di wilayah dalam meneruskan pengembangan produk dan jasa bernilai tambah tinggi (HVA). Perusahaan akan fokus memperluas investasi untuk bisnis utama di Indonesia, Vietnam, dan Myanmar. Lebih lanjut, kami telah mengalokasikan bujet sebesar Rp 645 triliun (US$70 juta) untuk riset dan pengembangan guna menciptakan produk dan jasa bernilai tambah tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, SCG telah menghabiskan Rp 430 triliun (US$46 juta) untuk riset dan pengembangan, yang menghasilkan produk-produk bernilai tambah tinggi terhitung 34% dari total volume penjualan di tahun 2012,” kata Kan.

SCG di Indonesia

Di Indonesia, SCG telah meraih pendapatan penjualan sebesar Rp3.679 triliun (US$ 395 juta) di tahun fiskal 2012 atau tumbuh 93% dibandingkan tahun lalu berkat akuisisi bisnis beton cor (ready mix concrete) dan kinerja yang membaik di bisnis keramik.

Sedangkan untuk kuartal IV/2012, SCG di Indonesia telah mencatatkan pendapatan penjualan sebesar Rp11.488 triliun (US$116 juta) atau tumbuh 75% dibandingkan tahun sebelumnya setelah akuisisi bisnis beton cor (ready mixed concrete).

Total investasi SCG di Indonesia sebesar Rp 2.093 triliun (US$532 juta) untuk tahun fiskal 2012. Investasi terdiri dari investasi greenfield pabrik beton ringan senilai Rp 398 triliun (US$41 juta), akuisisi bisnis beton cor dari Boral Indonesia (BI) senilai Rp 1.344 triliun (US$135 juta), dan investasi greenfield pabrik semen di Jawa Barat senilai Rp 3,173 triliun (US$356 juta).

Di tahun fiskal 2012, SCG meluncurkan program “SCG Sharing the Dream” di Indonesia. Program pengembangan manusia dengan menyediakan beasiswa bagi murid-murid terbaik yang memiliki nilai akademik cemerlang, menunjukkan rasa terima kasih kepada orang tua mereka, dan memiliki ambisi yang kuat untuk mengejar jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tahun lalu, program ini telah menyediakan biaya sekolah dan peralatan sekolah serta workshop konsultasi pendidikan bagi 200 siswa Indonesia. Hingga saat ini, program SCG Sharing the Dream telah menyalurkan lebih dari 5.000 beasiswa setiap tahunnya bagi siswa di negara-negara ASEAN.  (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)