Laba Usaha Turun, Huawei Tuding Ekonomi Global

Penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang berbasis di Cina, Huwaei, hari ini merilis hasil kinerjanya di semester pertama tahun 2012. Pendapatan penjualannya meningkat 5,1% dibanding semester pertama 2011 menjadi sebesar CN¥ 102,7 miliar. Laba usaha Huawei mencapai CN¥ 8,79 miliar, dengan marjin operasional 8,6%. Angka ini meningkat sebesar 20,3% dibandingkan semester kedua 2011 dan menurun sebanyak 22,0% dibandingkan semester pertama 2011.

"Industri telko sedang menghadapi tantangan besar di 2012 ini. Situasi ekonomi global memburuk. Akibatnya, konsumen kami mengurangi investasinya. Padahal kompetisi industri telko sedang berlangsung sengit. Inilah yang menyebabkan laba usaha 2012 H1 lebih kecil dari 2011 H1. Meski demikian, laba usaha kami mengalami kenaikan 20,3% dibanding 2011 H2, dan kami yakin target bisnis 2012 akan tercapai," papar Huawei Indonesia melalui korespondensi email. Sayang, Huawei enggan memberitahukan laba bersih dan EBITDA yang diperoleh semester awal 2012.

"Huawei telah mempertahankan pertumbuhan yang stabil di semester pertama 2012, baik di Indonesia dan secara global, dan kami optimis dengan kinerja serta keuntungan operasional kami di tahun ini. Ke depan, kami akan berfokus untuk memastikan pertumbuhan yang efektif dan efisiensi yang lebih tinggi guna mendorong pertumbuhan kinerja kami di Indonesia dan negara lainnya," kata Li Wenzhi, CEO Huawei Indonesia.

Di Indonesia, Huawei menandai semester pertama 2012-nya dengan memasuki pasar enterprise melalui unit bisnis terbarunya, Huawei Enterprise. Selain dua bisnis utama perusahaan yaitu infrastruktur jaringan telekomunikasi dan Huawei Device, unit bisnis terbaru Huawei Enterprise akan memperkuat kehadiran Huawei di Indonesia.

"Sebagai salah satu pasar penting bagi Huawei, Huawei akan terus berfokus pada komitmen jangka panjangnya di Indonesia dengan menghadirkan solusi teknologi inovatif dan secara berkelanjutan mendorong pertumbuhan dan perkembangan industri TIK di Indonesia," ungkap Li.

Dari sektor enterprise, Huawei telah merestrukturisasi bisnis Huawei Symantec dan menambah portofolio solusi TIK-nya untuk pasar enterprise. Huawei meluncurkan CloudEngine 12800 serta menjadi pelopor dalam menawarkan tampilan penuh produk telepresence yang menghadirkan pengalaman face-to-face yang lebih alami.

Dari sektor produk konsumen, Huawei memperkuat kehadirannya di pasar smartphone high-end dengan Ascend P1 dan Ascend D1. Kedua produk ini yang mencatat penjualan terlaris di Cina, Eropa Barat, Jepang, Australia, Kanada dan negara-negara lainnya. Selain itu, Analysys International juga menyatakan bahwa Huawei kini telah memiliki pangsa pasar sebesar 12,16% dan menduduki posisi kedua di pasar smartphone Cina. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)