Lautan Luas Sasar Pertumbuhan Pendapatan 15-20%

Direktur Operasional PT Lautan Luas Tbk Herman Santoso usai RUPS di kantor Lautan Luas, Graha Indramas, Jakarta (11/5). (Jeihan Kahfi/SWA)

Perusahaan manufaktur dan distributor bahan kimia, PT Lautan Luas Tbk (LTLS) sepanjang tahun 2017 membukukan pendapatan sekitar Rp 6,6 triliun naik 2,47% dibandingkan periode 2016 sebanyak Rp 6,4 triliun. Sementara laba bersih perseroan pada 2017 sebesar Rp 150 miliar atau naik 149,42% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 60 miliar.

LTLS dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2017 menetapkan pembagian dividen sebesar Rp 30 per saham atau total sekitar Rp 45,4 miliar yaitu sebesar 30,2 persen dari laba bersih. Sementara itu sisanya sekitar Rp 104,3 miliar telah disetujui untuk dicatat sebagai saldo laba. Serta perseroan menyisihkan dana cadangan sebesar Rp 200 juta.

Kenaikan laba bersih ini didukung oleh beberapa faktor utama, antara lain program peningkatan kegiatan operasional yang tercermin pada hasil pendapatan operasional dan juga kontribusi dari afiliasi perseroan. “Pertumbuhan ini ditopang oleh 55 persen pendapatan dari distribusi, manufaktur 35 persen dan 10 persen support service,” ujar Direktur Operasional PT Lautan Luas Tbk Herman Santoso di kantor Lautan Luas, Jakarta (11/5).

Peningkatan pendapatan terutama berasal dari sektor manufaktur yang dikontribusikan oieh anak perusahaan, PT Lautan Natural Krimerindo yang memproduksi krimer, yang telah menyelesaikan ekpansi dan memulai kegiatan komersial pabrik di pertengahan tahun 2017. Penambahan kapasitas produksi pada tahun lalu menjadi sebesar 61.600 ton/tahun dari yang sebelumnya 21.600 ton/tahun.

Selain itu, langkah penggabungan tiga anak perusahaan, PT White Oil Nusantara, PT Metabisulphite Nusantara and PT Dunia Kimia Jaya, yang efektif per tanggai 1 Januari 2017, juga berkontribusi pada peningkatan pendapatan Perseroan. Secara keseluruhan, langkah yang dilakukan perseroan sepanjang tahun 2017 mampu meningkatkan margin laba kotor menjadi 18,3% atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang mencapai angka 17,9%.

Pendapatan operasional juga mengalami peningkatan dari sekitar Rp342 miliar di tahun 2016 menjadi sekitar Rp366 miliar di tahun 2017, atau mengalami peningkatan sebesar 7,22%. Peningkatan ini terjadi, terutama, diakibatkan oleh peningkatan laba kotor dan biaya operasional lainnya yang lebih rendah, diimbangi oleh biaya operasional yang lebih tinggi di tahun 2017.

“Target penjualan tahun 2018 ini diharapkan mencapai Rp 7 triliun atau tumbuh sekitar 15-20 persen. Meskipun pada bulan Maret belum terlihat perkembangannya karena kami fokus pada kualitas penjualan dengan margin yang semakin membaik,” tambah Herman.

Herman mengatakan pada tahun ini menganggarkan capital expenditure (capex) senilai Rp 200 miliar untuk ekpansi anak perusahaan. “Belanja modal ini termasuk untuk biaya perawatan mesin dan suku cadang. Sumber dananya berasal hasil usaha sendiri atau kas internal,” ungkapnya.

Untuk diketahui, LTLS memiliki 17 fasilitas manufaktur di mana sebanyak 14 ada di Indonesia, dua di China dan ada satu di Vietnam. LTLS mendistribusikan lebih dari 1.000 produk kimia dan melayani lebih dari 2.000 pelanggan yang fokus pada industri yaitu makanan dan minuman, pengolahan air, agrobisnis dan personal care.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)