Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 17%

PT Bank Mandiri, Tbk menargekan pertumbuhan kredit di tahun 2015 berkisar 15%-17%. Sedangkan pada tahun 2014, perseroan mencatat pertumbuhan kredit sebesar 12,2% menembus angka Rp530 triliun, dari Rp472,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Target ini ditentukan dengan tanpa mempertimbangkan adanya dana Penyertaan Modal Negara (PMN).

“Target kredit 2015 di 15%-17%, dan itu belum mempertimbangkan adanya tambahan PMN. Jika PMN disetujui, maka target pertumbuhan kredit 15-17% itu bakal direvisi naik. Tapi, jika PMN ditolak, maka Mandiri akan menggunakan business plan awal, yaitu target pertumbuhan kredit 15%-17%,” jelas Budi G. Sadikin, Group CEO PT Bank Mandiri, Tbk.

Paparan Kinerja Bank Mandiri 2014

Kenaikan penyaluran kredit tertinggi terjadi pada segmen mikro yang mencapai 33,2% menjadi Rp36 triliun, dengan penambahan nasabah mikro sebanyak 119ribu nasabah. Sementara itu, kredit yang tersalurkan untuk segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencatat pertumbuhan sebesar 13,6% menjadi Rp73,4 triliun. Selain itu, Bank Mandiri juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang meningkat 34% yoy dan memiliki nasabah sekitar 395 ribu dengan limit sebesar Rp18,2 triliun.

Kredit yang Bank Mandiri salurkan untuk sektor produktif tumbuh 13,9% mencapai Rp410,6 triliun dan kredit investasi tumbuh 9,1% serta kredit modal kerja tumbuh 16,7%. Sektor infrastruktur mencatat akselerasi pertumbuhan terbesar yaitu 19,1% dan diikuit industri pengolahan sebesar 15,5%.

Pertumbuhan penyaluran kredit bank yang memiliki kantor cabang sebanyak 2.312 ini,t mendorong peningkatan aset dan laba perusahaan. Aset bank yang memiliki 5 anak perusahaan ini tumbuh menjadi Rp850 triliun dari Rp733 triliun pada Desember 2013. Sedangkan laba bersihnya tumbuh 9,2% menjadi Rp19,9 triliun atau naik sebesar Rp1,7 triliun. Laju kenaikan laba ini juga ditopang oleh pertumbuhan operating income yang meningkat Rp5,9 trilun atau secara tahunan tumnuh 11,7% emnjadi Rp56,9 triliun. Besaran ini berasal dari pendapat pendapatan bunga bersih dan premi bersih Rp41,8 triliun, tumbuh 14,8% dan dari fee based income yang mencapai Rp15,1 triliun.

Pada penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), bank memiliki ATM sebanyak 15.344 unit ini, mengalami pertumbuhan dari Rp556,3 triliun menjadi 636,4 pad akhir 2014. Dari pencapaian tersebut, total dana muarh (giro dan tabungan) yang berhasil dihimpin sebesar Rp380,5 triliun dengan disokong oleh peningkatan tabungan sebesar Rp15,9 triliun mencapai Rp252,4 triliun. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)