Melalui Strategi Invest to Grow, Penjualan Asuransi Cigna Naik 45%

Perusahaan Asuransi Cigna membukukan pencapaian pertumbuhan asetnya sebesar Rp 83 miliar, dari Rp 1,644 trliun di Desember 2011 menjadi Rp 1,727 triliun di Desember 2012. Pertumbuhan ini diklaim mampu mendorong rasio tingkat solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) sebesar 446% pada akhir 2012 dengan hampir empat kali lipat dari peraturan pemerintah sebesar 120%. Tahun 2012 menjadi tahun yang penting bagi perusahaan ini.

Christine Setyabudhi, Direktur Utama PT Asuransi Cigna, mengungkapkan bahwa perusahaannya mengantisipasi lonjakan kebutuhan pasar yang semakin besar pada 2013 dengan strategi invest to grow. “Kami melakukan strategi invest to grow di tahun 2012 dengan memperkuat sumber daya manusia, sistem dan teknologi serta customer insight untuk meningkatkan produk dan layanan demi kepuasan nasabah. Strategi tersebut menunjukkan hasil pertumbuhan penjualan yang meningkat 45% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” papar Christine.

Sementara itu, dalam mengikuti pertumbuhan ekonomi yang memicu perbedaan perilaku konsumen serta tumbuhnya kelas menengah yang semakin aware dengan proteksi, Cigna berupaya memosisikan sebagai mitra dalam memperbaiki kesehatan, kesejahteraan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. “Cigna berupaya menjadi mitra nasabah yang bisa lebih berinteraksi dan engage. Filosofi ini mendasari usaha kami untuk selalu mengembangkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah,” demikian Julian Mengual, Chief Sales & Marketing Officer PT Asuransi Cigna menguraikan.

Lebih lanjut, Julian mengatakan, untuk pengenalan sebuah produk, dilakukan 15 focus group discussion (FGD) agar dapat dikenal lebih mendalam. Dalam upaya untuk lebih berinteraksi dengan nasabah, Cigna juga melakukannya demi mengetahui respon nasabah terhadap produk dan layanannya. Melalui divisi customer value management, Cigna berupaya mengumpulkan respon tersebut untuk mengetahui tingkat kepuasan nasabah.

Cigna juga melakukan upaya lain dalam mengembangkan bisnisnya yakni dengan fokus pada inovasi produk dan layanannya. "Menyikapi perkembangan teknologi, Cigna akan membuka saluran distribusi baik secara online, maupun dalam ruang digital untuk melengkapi saluran distribusi telemarketing," jelas Julian.

Dengan pendekatan segmentasi nasabah dan fokus pada inovasi baik produk maupun layanan, Cigna menargetkan empat produk baru yang didasarkan ekspektasi pasar. Salah satu inovasi yang telah dilakukan sebelumnya pada kuartal 2013 adalah saluran distribusi melalui mobile payment. Hal ini lah yang mendorong pertumbuhannya meningkat 45% pada kuartal pertama 2013. Cigna menyakini bahwa pertumbuhan aset yang telah dialaminya ditopang oleh pertumbuhan bisnis dan akan terus diupayakan untuk mencapai target tahun ini yakni melampaui industri. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)