Multipolar Raih Penjualan Bersih Rp 12,2 Triliun Sepanjang 2019

Jaringan ritel department store milik Matahari Putra Prima.

PT Multipolar Tbk mengumumkan laporan keuangan audit konsolidasi tahun 2019, dengan mencatat penjualan bersih sebesar Rp 12,2 triliun dan marjin laba kotor 19,8%, yang merupakan marjin laba bruto tertinggi perseroan selama tiga tahun terakhir. Rugi tahun berjalan sebesar Rp 866,1 miliar, membaik dari kerugian sebesar Rp 1,2 triliun di tahun 2018.

Menurut Adrian Suherman, Presiden Direktur Multipolar, tahun 2019, perseroan meningkatkan fokusnya sebagai perusahaan investasi serta melakukan konsolidasi operasional di berbagai lini usaha perseroan untuk meningkatkan efisiensi dan menekan biaya, termasuk menurunkan biaya pendanaan dengan melakukan pembayaran awal hutang bank,” katanya dalam keterangan resmi, (13/5/2020)

Matahari Putra Prima (MPPA) membuka 20 gerai multiformat baru selama tahun 2019 dan meluncurkan kembali 37 gerai Hypermart, Foodmart, dan Boston yang telah direnovasi sesuai perubahan lingkungan pasar. Pada akhir tahun 2019, MPPA mengoperasikan 222 gerai di 73 kota di seluruh Indonesia, serta mencatat penjualan bersih senilai Rp 8,7 triliun. Hypermart tetap menjadi kunci penggerak bisnis ritel MPPA di tahun 2019 dengan kontribusi sebesar 85,6% dari total penjualan. MPPA memulai kolaborasi dengan Disney pada November 2019, yang telah berhasil meningkatkan minat konsumen dengan menawarkan beragam produk segar dan produk lain dengan kemasan Disney yang menarik.

Matahari Department Store, di tengah kondisi ritel fesyen yang sangat menantang, mampu menambah 3 gerai large format (department stores) dan 8 specialty stores serta meningkatkan jumlah anggota program loyalitas aktifnya menjadi 7,9 juta, tumbuh 10% dari tahun sebelumnya. Penjualan kotor MDS sedikit meningkat menjadi Rp 18,0 triliun di tahun 2019. Untuk beradaptasi dengan permintaan konsumen dan tren belanja yang terus berubah, MDS tidak hanya berfokus pada pembukaan gerai baru tetapi juga terus mengembangkan solusi omni-channel nya.

Di segmen TMT, Multipolar Technology mencatat sedikit peningkatan pendapatan bersih sebesar 0,8% menjadi Rp 2,4 triliun dan peningkatan laba tahun berjalan sebesar 48,3% menjadi Rp 125,2 miliar. Dalam mengantisipasi tren bisnis yang mengarah ke mobilitas, MLPT telah menjalankan strategi untuk berfokus pada big data & analytics, cloud, security dan middleware.

Di segmen usaha lainnya, Multifiling Mitra Indonesia, melalui jasa manajemen arsip, surat berharga, manajemen fasilitas dan data komputer, mencatat pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 15,1% menjadi Rp 140,1 miliar dan laba tahun berjalan meningkat 5 kali dari tahun sebelumnya menjadi sebesar Rp 133,4 miliar, yang sebagian besar berasal dari keuntungan atas transaksi jual dan sewa balik enam gudang sebesar Rp 100,8 miliar sejalan dengan strategi asset-light.

Usaha manajemen properti perseroan yakni Nadya Putra Investama dan Matahari Pacific terus berfokus pada pertumbuhan organik dengan mempertahankan tingkat hunian rata-rata di atas 95%. Timezone yang dioperasikan PT Matahari Graha Fantasi, pelopor konsep pusat hiburan keluarga di Indonesia, mengoperasikan 86 gerai dan 3 satelit per 31 Desember 2019, dengan membuka 19 lokasi baru dan merenovasi lebih dari 40 lokasi yang ada selama tahun 2019. Timezone berhasil mencapai pertumbuhan pendapatan dua digit dibanding tahun sebelumnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)