Optimalisasi Digital Tools,Laba WEHA Transportasi Naik 76%

Direksi PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk berfoto usai PUBEX pada Rabu 24/4/2019 di Jakarta

Tahun 2018, PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk atau yang dikenal dengan nama White Horse melebarkan sayap di segmen penyewaan bus pariwisata dengan sistem online booking.

Sejak diluncurkan September 2017, bisa terlihat sistem online booking White Horse sudah mulai banyak digunakan oleh konsumen dalam mencari informasi bus pariwisata untuk kebutuhan mereka.

Dilansir dari laporan Google TEMASEK, pasar Indonesia adalah segmen yang cukup banyak menggunakan internet sebagai penopang aktivitas sehari – hari mereka mulai dari transportasi hingga belanja online.

"Hal ini menyebabkan akselerasi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia yang terdepan di Asia Tenggara." ujar Edgar Sujadi, Sekretaris Perusahaan PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk.

Strategi perseroan mengoptimalisasi penggunaan digital dari online booking system sampai dengan operation apps membuat kegiatan operasional menjadi lebih efektif dan efisien sehingga kinerja perseroan menjadi semakin baik. Ini tercermin dari kenaikan pendapatan 16% atau Rp22 miliar menjadi Rp160 miliar. Bandingkan dengan pendapatan tahun 2017 sebesar Rp138 miliar.

Hal ini juga diikuti dengan peningkatan laba operasional sebesar 76% menjadi Rp20,8 miliar dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp 11,8 miliar. Untuk laba bersih anjlok 94% menjadi Rp 3,2 miliar dibandingkan dengan tahun 2017
sebesar Rp50,4 milia. Tahun 2017 terdapat keuntungan pelepasan saham investasi perseroan. EBITDA naik 39% di tahun 2018 sebesar Rp 44,6 miliar dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp 32,2 miliar.

Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan di tahun 2019 sebesar 15%. CAPEX 2019 dialokasikan Rp 15 miliar yang akan dipergunakan untuk peremajaan armada sebanyak 9 unit di lini usaha bus charter dan 8 unit di lini usaha intercity shuttle.

Dengan semakin membaiknya infrastruktur jalan yang dibangun pemerintah seperti hadirnya jalan Tol Trans Jawa, Tol Trans Sumatera serta adanya penyesuaian tarif tiket pesawat terbang yang menjadi lebih mahal, maka hal ini akan menjadi prospek bisnis 2019. "Faktor-faktor ini akan menimbulkan potensi atau peluang peningkatan jumlah permintaan jasa bus pariwisata maupun intercity shuttle yang dilayani oleh Perseroan baik dari sektor travel, company, sekolah, event organizer sampai kepada individu." jelas Edgar.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)