Pahami Nasabah Lebih Baik, Bisnis Manulife Melesat

Berusaha lebih dekat kepada nasabah dan memahami kebutuhan mereka menjadi fokus perusahaan penyedia layanan keuangan, Manulife Indonesia. Usaha itu menghasilkan pencapaian bisnis yang manis. Misalnya, perusahaan yang berasal dari Kanada ini berhasil membukukan pendapatan kotor premi bisnis baru Rp 5,5 triliun.

New business premium gross Rp 5,5 triliun berasal dari setiap pertumbuhan yang konsisten dari setiap lini bisnis yang ada,” terang Chris Bendl, CEO dan Presiden Direktur Manulife Indonesia, di Jakarta, Rabu (1/5/2013).

Jajaran direksi Manulife Indonesia

Diterangkan Chris, Manulife Indonesia akan selalu mendengarkan nasabahnya. Cara ini, menurut perusahaan, adalah jurus yang jitu untuk bisa bersaing dengan kompetitor. “Kami akan menjadi sebuah perusahaan yang fokus kepada nasabah, lebih mengerti lagi keinginan nasabah, dan memberikan servis yang lebih baik lagi dari sebelumnya,” lanjutnya.

Detailnya, dia menjelaskan ada lima strategi pertumbuhan yang diterapkan Manulife di Indonesia. Pertama adalah menumbuhkan agensi. “Untuk yang pertama kalinya, jumlah agen kami sudah tembus 10 ribu orang," ucap dia.

Kedua, memperluas kinerja bancassurance (penawaran produk asuransi bekerja sama dengan perbankan). Ketiga yaitu diversifikasi dan memperkuat saluran distribusi. Strategi keempat adalah memperluas bisnis di segmen premium. “Terakhir, kami akan terus membangun kekuatan brand kami di Indonesia,” tambahnya.

Konsistensi perusahaan melakukan strategi itu telah membuah catatan keuangan yang positif, khususnya di 2012. Selain pendapatan kotor premi bisnis baru yang mencapai hasil yang luar biasa, perusahaan juga berhasil menghasilkan kenaikan pendapatan premi sebesar 18 persen dari 2011 menjadi Rp 8,4 triliun pada tahun lalu.

Lalu, total premi bisnis baru, berdasarkan annual premium equivalent, tumbuh 37 persen dari Rp 1,1 trililun (2011) menjadi Rp 1,5 triliun di 2012. Mengenai kerja sama strategis Manulife Indonesia dengan Bank Danamon yang diluncurkan Juli 2012, telah mencatat rekor premi bisnis baru hampir Rp 617 miliar. Sementara, total premi bisnis baru syariah mencapai Rp 20,7 miliar. Naik signifikan sebesar 104 persen dari tahun sebelumnya.

Untuk total klaim, Manulife Indonesia mencatatkan angka Rp 3,8 triliun. Naik 50 persen dari 2011 yang mencapai Rp 2,5 triliun. Total aset yang dikelola terkait bisnis asuransi jiwa, tidak termasuk pensiun, tumbuh 30 persen menjadi Rp 28,4 triliun di akhir 2012. Sedangkan risk based capital mencapai 294,68 persen, atau melampaui persyaratan pemerintah dengan 120 persen. “Pertumbuhan earnings (372 persen dari 2011, atau mencapai Rp 1,392 triliun di 2012) yang kuat sangat didorong oleh kinerja investasi bisnis kami, dan dari hasil pencapaian lainnya,” Chris menyebutkan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)