Pasar Otomotif Loyo, Tunas Ridean Genjot Bisnis Rental

Loyonya pasar otomotif juga dirasakan oleh PT Tunas Ridean Tbk. Pada kuartal I tahun 2015, perseroan mencatat penjualan mobil sebanyak 11.346 unit, menurun 19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini berimbas pada pendapatan bersih grup untuk kuartal I yang menurun 12% menjadi Rp2,5 triliun. Menyikapi hal ini, dealer resmi dari beberapa merek mobil ini, mulai menggenjot bisnis rentalnya dengan, mengalokasikan dana sebesar Rp477 miliar untuk kendaraan rental. Korporasi berencana untuk menambah jumlah armada, menjadi 8.873 unit di tahun 2015, meningkat 19% dari tahun lalu.

Tunas Ridean

“Sekarang ini trennya banyak perusahaan yang outsource kendaraan. Seperti perbankan, yang memang tidak boleh memiliki aset seperti mobil untuk cabang, karyawan, maupun direksi. Itu semua outsource ke perusahaan rental. Jadi, kami menyediakan mobilnya, mereka cukup bayar sewa per bulan yang sudah termasuk perawatan dan asuransi. Itu kan lebih murah, daripada harus investasi untuk membeli mobil baru,” jelas Rico A. Setiawan, Direktur Utama PT Tunas Ridean Tbk.

PT Tunas Ridean Tbk berencana menggelontorkan investasi barang modal sebesar Rp677 miliar di tahun 2015, yang mana sebesar  Rp477 miliar untuk kendaraan rental dan sebesar Rp200 miliar untuk lain-lain. Dana ini diproyeksikan berasal dari pinjaman bank sebesar 80% dan dana internal 20%. Angka ini meningkat dibandingkan tahun lalu, dimana perseroan menganggarkan Rp573 milir untuk investasi barang modal,dengan komposisi untuk kendaraan rental sebesar Rp420 miliar dan Rp 153 miliar untuk lain-lain.

Selain menambah jumlah armada, PT Tunas Ridean Tbk juga berencana untuk menambah sebuah showroom mobil dan 7 dealer kendaraan roda dua. Perseroan akan membangun satu showroom BMW di Balikpapan, yang diproyeksikan akan memerlukan investasi sebesar Rp30-40 miliar. Sedangkan untuk dealer kendaraan roda dua, dianggarkan Rp2-5 miliar yang akan dibangun di Lampung, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung. Penambahan dealer-dealer tersebut diharapkan dapat menembus total penjualan 4% dari penjualan nasional.

“Kuartal pertama memang mengalami penurunan. Tetapi di kuartal dua pasar akan membaik karena di kuartal dua Grup Astra motor rilis banyak produk baru seperti dari Toyota ada new rush, new camry. Dari Daihatsu juga ada new terios dan new sirion. BMW juga rilis seri terbaru. Kami optimis di kuartal dua akan lebih baik. Tapi kalau di 2015 penjualan di pasar turun, penjualan kita ikut turun. Porsi penjualan mobil Tunas Ridean sekitar 4% dari nasional atau sekitar 50 ribu unit. Motor kita sekitar 200 ribu unit. Semester dua kalau ekonomi membaik, penjualan juga membaik,” tambah Rico.

Pada lini bisnis pembiayaan baru, PT Tunas Ridean Tbk menargetkan pertumbuhan 5-10% untuk bisnis multifinance. Pada kuartal I 2015, pembiayaan baru PT Mandiri Tunas Finance mencapai Rp3,7 triliun naik 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan pada paparan kinerja 2014 tercatat bahwa pembiayaan baru mencapai Rp14,8 triliun, meningkat 27% dibandingkan tahun lalu.

PT Tunas Ridean Tbk sendiri tercatat memperoleh pendapatan bersih Rp11 triliun di tahun 2014, perolehan angka yang sama di tahun 2013. Perseroan juga mencatat penurunan 2% untuk penjualan mobil menjadi 53.661 unit di tahun 2014, seiring dengan penurunan penjualan mobil Toyota pada periode tersebut. Sedangkan pada penjualan motor, pada 2014 mencatat peningkatan penjualan 18% menjadi 209.228 unit. Pada tahun 2014, korporasi berhasil menambah 7 cabang dealer kendaraan roda dua. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)