Pegadaian Targetkan Laba Usaha Rp4 Triliun di 2018

Dijono - Direktur Penjualan Pegadaian

PT Pegadaian (Persero) optimistis menjadi pemimpin pasar gadai di tengah ketatnya persaingan di industri pegadaian. Hal ini disampaikan Direktur Utama Pegadaian, Sunarso, di tengah acara sharing session di Jakarta (21/11/2017).  Selain itu, perseroan tercatat telah menghimpun laba usaha sebesar Rp2,8 triliun sampai bulan Oktober 2017. Tahun 2018, laba usaha ditargetkan mencapai Rp4 triliun.

Pegadaian mencatat pendapatan usaha sampai bulan Oktober telah mencapai Rp8,7triliun dan diproyeksikan akan menyentuh angka Rp10,7 triliun atau tumbuh 11% dibanding tahun 2016 pada akhir tahun 2017. Sementara itu, aset yang telah dikumpulkan sebesar Rp48,1 triliun dan ditargetkan akan mencapai angka Rp50,2 triliun di akhir tahun 2017.

Dari sisi nasabah, perseroan juga mengalami peningkatan dari 7,6 juta di tahun 2015 menjadi 9,5 juta pada tahun 2017 atau melonjak 24,5%. Perseroan menargetkan peningkatan jumlah nasabah sebanyak 11,5 juta di tahun mendatang atau meningkat sebanyak 2 juta nasabah.

Sunarso menjelaskan, pihaknya optimistis menghadapi persaingan dan iklim bisnis di tahun 2018 mendatang. Hal ini dikarenakan prospek ekonomi nasional diperkirakan tumbuh 5,4%. “Pegadaian saat ini masih menguasasi 95% pasar pegadaian di Indonesia. Namun, manajemen menyadari semakin ketatnya persaingan akibat diterbitkannya POJK 31/2016 yang menyebabkan banyaknya pemain baru di industri pegadaian.

Untuk mengantisipasi hal tersebut di tahun mendatang, pihaknya berencana untuk mengubah pola bisnis proses menjadi digital dan meluaskan jaringan, baik dalam bentuk fisik maupun digital. “Nantinya, kami akan memiliki layanan agen dan mobile apps. Untuk agen, kami akan bekerja sama dengan toko emas, toko barang elektronik, toko alat pertanian, hingga toko handphone. Kemudian, kami juga akan memanfaatkan mobile apps, agar nasabah bisa lebih cepat dan efisien menggunakan layanan pegadaian.” ujarnya.

Capex sebesar Rp1 triliun yang digelontorkan tahun depan rencananya akan dihabiskan sebagian besar untuk belanja kebutuhan proses transformasi ke arah digital. “Sebesar 40% capex atau Rp400 miliar akan digunakan untuk pengembangan lini digital,” ujar Sunarso. Autopilot agen dan mobile apps akan dilakukan pada bulan Desember tahun ini. Pihaknya menyebut, ada 60 agen yang telah siap menjalankan program tersebut. Sementara itu, untuk lebih menyentuh masyarakat lebih luas, pihaknya menargetkan akan menggaet 8-10 ribu agen di seluruh Indonesia di tahun mendatang.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

 

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)