Pembiayaan Motor Adira Turun

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. sepanjang 2012 membukukan pembiayaan baru sebesar Rp 32,4 triliun, turun sedikit dibanding pembiayaan tahun 2011 yang sebesar Rp 32,6 triliun. Sedangkan pembiayaan baru untuk mobil justru mengalami kenaikan 8%.

 

 

 

 

 

 

 

Meski di pembiayaan sepeda motor terjadi sedikit penurunan, namun boleh dibilang kinerja Adira Finance masih relatif stabil mengingat kondisi penjualan sepeda motor baru nasional mengalami penurunan tajam sebanyak 12%.

Wakil Direktur Utama Adira Finance, Marwoto Soebiakno, mengatakan, penurunan sepeda motor baru nasional yang mencapai 12% dikarenakan menurunnya harga komoditas yang menyebabkan menurunnya daya beli konsumen, terutama konsumen di luar Pulau Jawa.

Selain melemahnya harga komoditas, aturan tentang uang muka (down payment/DP) minimum pada pertengahan tahun lalu, juga berdampak signifikan kepada penjualan sepeda motor, terutama untuk konsumen kelas menengah ke bawah.

“Pada 2012, kami membukukan pembiayaan baru sepeda motor sebesar Rp 19,4 triliun, turun 5% dibanding tahun sebelumnya. Namun penjualan sepeda motor bekas kami naik 10% menjadi Rp 5,4 triliun. Untuk penjualan sepeda motor baru turun 10% menjadi Rp 14 triliun. Dengan demikian pangsa pasar Adira Finance untuk pembiayaan motor baru relatif stabil di level 15,7%,” ujar Marwoto.

Menurutnya, prospek penjualan sepeda motor ke depannya, terutama dalam jangka waktu menengah masih cukup baik. “Kami sangat optimis penjualan sepeda motor akan sangat baik ke depannya. Alasan pertama yakni penetrasi sepeda motor di Indonesia tergolong masih rendah, ditambah pertumbuhan ekonomi kita bagus. Alasan kedua, sarana transportasi publik di Indonesia yang belum memadai sehingga masyarakat masih melihat sepeda motor sebagai solusinya,” katanya.

Sementara itu, Marwoto menjelaskan penjualan nasional untuk mobil baru justru mengalami peningkatan sebanyak 25% menjadi 1,1 juta unit sepanjang 2012. Ini merupakan rekor penjualan tertinggi dalam sejarah otomotif Indonesia.

“Adira Finance sendiri untuk mobil pembiayaan barunya meningkat 8% menjadi Rp 13,1 triliun di 2012. Porsi pembiayaan mobil baru mencapai 68% terhadap total portofolio pembiayaan mobil. Dengan demikian pangsa pasar Adira Finance untuk pembiayaan mobil baru berada di level 5,7%.”

Sama dengan prospek penjualan motor, penjualan mobil juga diprediksi akan tetap baik seiring dengan tingginya daya beli konsumen.

Disamping itu, pada 2013 ini pasar domestik juga akan diramaikan dengan diluncurkannya mobil murah atau LCGC (low cost green car) dengan harga di bawah Rp 100 juta. “LCGC diperkirakan akan memperluas segmen mobil baru karena harganya yang terjangkau oleh konsumen menengah bawah,” ujar Hafid Hadeli, Direktur pemasaran Pembiayaan Mobil Adira Finance. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)