Pendapatan Acset Indonusa Turun Jadi Rp477,61 Miliar, Ini Penyebabnya

Sepanjang Kuartal I/tahun 2020, PT Acset Indonusa Tbk (ACSET) membukukan pendapatan sebesar Rp477,61miliar. Pendapatan bersih mengalami penurunan sebesar 40,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni sebesar Rp806,67miliar.

Di samping itu, melalui anak usahanya, PT Acset Pondasi Indonusa (API), kembali dipercaya untuk melakukan pekerjaan fondasi tangki pada proyek Graha Pertamina. Pada 2018 dan 2019, ACSET telah melakukan pekerjaan fondasi paket lainnya pada gedung Graha Pertamina, khususnya untuk pekerjaan bored pile. Hal ini merupakan wujud dari kepercayaan pelanggan kepada ACSET secara kontinu dari waktu ke waktu.

Berdasarkan kontribusi lini bisnis dalam perolehan pendapatan, sektor infrastruktur berkontribusi sebesar 45%, konstruksi sebesar 36%, fondasi sebesar 14% dan sektor lainnya sebesar 5%. Pada periode ini, ACSET mencatatkan rugi bersih sebesar Rp124,44miliar yang dikontribusi oleh bertambahnya biaya atas keterlambatan proyek berjalan dan peningkatan biaya keuangan akibat mundurnya penerimaan pembayaran proyek contractor pre-financing (CPF).

Sehubungan dengan adanya pandemi global COVID-19, ACSET turut mengalami dampak secara langsung dan tidak langsung yang tercermin dalam pencapaian Perusahaan di kuartal pertama. Beberapa tender proyek strategis yang ACSET ikuti mengalami penundaan, sehingga berujung pada menurunnya jumlah perolehan kontrak baru pada periode ini.

Sebagai responnya, ACSET berhati-hati dan menetapkan skala prioritas dalam setiap keputusan bisnis yang akan diambil. Untuk proyek yang sedang berjalan, perseroan telah mengikuti dan mengimplementasikan secara ketat prosedur-prosedur kesehatan yang dilandaskan pada Instruksi Menteri (Inmen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran COVID-19 dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi.

"Terlepas dari kondisi global yang kurang kondusif, ACSET masih tetap berusaha untuk mendapatkan kontrak baru dengan target realistis dan sesuai dengan kapabilitas perusahaan. Tentunya, ACSET mengambil keputusan bisnis dengan prinsip kehati-hatian. Prinsip ini juga tercermin dalam strategi bisnis kami yang utama, yakni diversifikasi usaha dan menjalin aliansi strategis,baik di dalam maupun di luar jaringan grup Astra" ujar Jeffrey G. Chandrawijaya, Presiden Direktur ACSET.

Diversifikasi usaha tidak berarti ACSET meninggalkan kompetensi utamanya pada bidang fondasi, struktur dan infrastruktur, namun akan memanfaatkan keahliannya untuk masuk pada pekerjaan yang membutuhkan kecakapan khusus—fondasi lebih dalam, gedung lebih tinggi dan infrastruktur yang lebih kompleks—sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi stakeholders.

Pekerjaan kelautan (marine works) melalui cement-deep mixing (CDM) barge—ACSET Sea I di Pelabuhan Patimban merupakan wujud nyata dari diversifikasi yang ACSET lakukan. Ke depannya, ACSET akan terus berupaya untuk dapat meningkatkan kinerja Perusahaan dalam rangka menjaga kepercayaan stakeholders serta mewujudkan misi Perusahaan untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)