Pendapatan Grup Hero Diselamatkan Ikea dan Guardian

Foto by: Eva/SWA

PT Hero Supermarket Tbk merilis laporan keuangan kuartal III tahun 2017. Perseroan mengalami dampak negatif dari penurunan penjualan di bisnis makanan yang berlanjut di kuartal III sesudah momen perayaan Idul Fitri. Berbeda dengan bisnis Makanan, penjualan di Guardian dan Ikea dan membukukan penjualan dan laba yang kuat.

Stephane Deutsch, Presiden Direktu, PT Hero Supermarket Tbk, mengatakan, kondisi yang sedang tidak bagus memberi dampak terhadap pendapatan perseroan sehingga perusahaan sedang melakukan perencanaan untuk profitabilitas jangka panjang.

“Kondisi perdagangan saat ini diperkirakan akan tetap sama sampai akhir tahun ini. Dengan melihat kondisi perdagangan yang masih tetap menantang di bisnis makanan.  Perseroan sedang melakukan tinjauan strategis untuk mendukung profitabilitas jangka panjang bagi perusahaan,” ujarnya.

Total penjualan di sembilan bulan pertama 2017 sebesar Rp 9,961  triliun atau turun tipis 5% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 10,470 triliun. Namun laba operasional membaik didukung oleh profitabilitas Guardian dan Ikea yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 70 miliar untuk sembilan bulan pertama tahun 2017, naik dari Rp 45 miliar pada periode yang sama tahun 2016.

Penjualan di bisnis makanan turun 8% menjadi Rp 8,342 triliun disebabkan oleh penjualan - like-for-like yang negatif dan penutupan toko dengan kinerja yang lemah di segmen supermarket dan hypermarket. Sementara itu, penjualan di Guardian dan Ikea tumbuh 13% menjadi Rp 1,619 triliun, dibandingkan Rp 1,435  triliun di tahun sebelumnya, terutama didorong oleh kinerja like-for-like yang kuat. Per tanggal 30 September 2017, Perseroan memiliki kas bersih sebesar Rp 60 miliar.

Stephane melanjutkan,  di bisnis makanan persaingan semakin ketat disebabkan oleh operator minimarket terus melakukan investasi besar dalam pengembangan jaringan usahanya. Beberapa inisiatif untuk memperbaiki kinerja bisnis Makanan sedang berlangsung termasuk mengkaji strategi promosi dan penetapan harga antar format, memperbaiki tingkat pelayanan pemasok, dan memperbaiki distribusi rantai pasokan untuk meningkatkan ketersediaan stok di toko.

“Di Giant, toko Giant Ekstra kedua di kota Malang telah dibuka. Di Hero Supermarket, perencanaan sedang dilakukan untuk merevitalisasi toko sebagai respon terhadap hasil yang memuaskan dari renovasi toko percontohan yang dibuka di awal tahun ini,” lanjutnya.

Guardian mendapatkan manfaat berkelanjutan dari program rasionalisasi toko berkinerja lemah pada tahun 2016. Hal ini disebabkan fokus yang lebih besar pada segmen kecantikan telah bersinergi dengan pelanggan, kategori ini telah mendorong sebagian besar pertumbuhan tahun ini.

Di Ikea, kinerja penjualan meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Katalog Ikea yang baru, dengan fokus pada konsep ruang tamu, diluncurkan pada bulan September dan telah diterima dengan baik oleh pelanggan. “Aktivitas perdagangan online Ikea terus berkembang seiring dengan Ikea E-commerce Distribution Point yang dibuka di Surabaya untuk mendukung pertumbuhan penjualan online di masa depan,” tambahnya.

Per 30 September 2017, perseroan mengoperasikan 450 toko, sedikit berubah dari akhir tahun sebelumnya; terdiri dari 57 Giant Ekstra, 108 Giant Ekspres, 32 Hero Supermarket, 2 Giant Mart, dan 250 toko Guardian, serta satu toko Ikea.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.SWA.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)