Penjualan Batubara Menopang Kenaikan Laba Bersih United Tractors 42%

Kinerja 6 bulan pertama tahun 2014 PT United Tractors, Tbk (UT) tumbuh positif. Laba bersih naik 42% dibandingkan periode yang sama tahun 2013, yakni dari Rp2,31 triliun menjadi Rp3,28 triliun. Laba kotor tumbuh 34% dan pendapatan bersih meningkat 11%, dari Rp24,90 triliun di tahun 2013 menjadi Rp27,53 triliun di tahun 2014. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap US$ menjadi salah satu faktor penyebab hal ini.

PT United Tractors, Tbk

Peningkatan laba bersih UT diiringi dengan peningkatan penjualan batu bara dari segmen usaha pertambangan. Penjualan batu bara di empat anak perusahaan UT di bidang pertambangan, PT Prima Multi Mineral, PT Tuah Turangga Agung, PT Asmin Bara Bronang, dan PT Duta Nurcahya, meningkat sebesar 51% selama semester pertama pada tahun 2014.

Penjualan batu bara keempat perusahaan tersebut mencapai 3,43 juta ton. Peningkatan volume penjualan tersebut menyebabkan naiknya pendapatan dari unit pertambangan sebesar 46% menjadi Rp2,89 triliun. Hal ini memberikan kontribusi terhadap total pendapatan bersih konsolidasian sebesar 10%.

Segmen usaha kontraktor penambangan juga mengalami peningkatan pendapatan. PT Pamapersada Nusantara (Pama), anak perusahaan UT di bidang kontraktor penambangan batu bara meningkat sebesar 12% atau mencapai Rp16,20 triliun.

Volume produksi batu bara juga meningkat dari 50,1 ton menjadi 59,9 ton, sementara pemindhan tanah (overburden removal) mengalami penurunan dari 415,6 juta bcm menjadi 401,3 juta bcm. Kondisi ini memberikan kontribusi sebesar 59% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian.

Berbeda dengan segmen usaha yang lain, segmen usaha mesin kontruksi mengalami penurunan pendapatan bersih sebesar 1% menjadi Rp8,44 triliun. Hal ini disebabkan oleh penurunan volume penjualan alat berat Komatsu sebesar 10% dari 2.452 unit menjadi 2.207 unit. Penurunan volume penjualan Komatsu ini tidak menggeser posisi Komatsu sebagai market leader, dengan pangsa pasar domestic 40% (berdasarkan riset pasar internal).

Sedangkan dari produk-produk pendukung, volume penjualan UD Trucks mengalami penurunan dari 287 unit menjadi 94 unit, sedangkan truk Scania juga mengalami penurunan dari 263 unit menjadi 242 unit. Di sisi lain, pendapatan dari penjualan suku cadang dan layanan purna jual meningkat sebesar 15% mencapai Rp2,88 triliun.

“Penurunan penjualan alat berat ini terjadi karena berkurangnya permintaan alat berat dari sektor pertambangan dan perkebunan. Dari seluruh total penjualan alat berat Komatsu, 36% diserap oleh sektor pertambangan, 28% di sektor konstruksi, 22% di sektor perkebunan, dan sisanya 14% di sektor kehutanan,”ucap Gidion Hasan, Vice President PT United Tractors, Tbk. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)