Program BPJS Dongkrak Penjualan Bersih Kalbe Farma Semester I 2014

 

DSC_0136

Vidjongtius, Direktur Keuangan dan Corporate Secretary PT Kalbe Farma Tbk, menjelaskan, selama semester I 2014 penjualan bersih tumbuh sebesar 21,9% mencapai Rp8,380 miliar dibandingkan pada periode yang sama tahun 2013 yang mencapai Rp7,421 miliar. "Dalam menghadapi volatilitas kondisi makro dan perubahan pasar, maka kami berupaya mempertahankan pertumbuhan marjin yang stabil," kata Vidjongtius.

Tiap tahun pertumbuhan penjualan Kalbe Farma naik sekitar 30%. "Dengan adanya BPJS, Kalbe mendapatkan dampak positif, karena Kalbe cakupannya di BPJS mencapai 50%," ujarnya.  BPJS menyumbang pemasukan sekitar 12% dari total pemasukan produk farmasi yang ada. "Dari BPJS itu sekitar 12% dari total pharmaceutical. Untuk pharmaceutical sendiri itu sekitar 25%," lanjutnya.

Laba bersih Kalbe juga naik 7,7% bila dibandingkan dengan semester pertama tahun lalu. "Pertumbuhan laba yang lebih rendah bila dibandingkan dengan penjualan, diakibatkan oleh menurunnya marjin laba kotor dan kenaikan beban bunga dan keuangan. Rasio laba kotor terhadap penjualan menurun 0,9% menjadi 47,9% dari 48,8%. Hal ini disebabkan karena melemahnya nilai rupiah dan kenaikan harga bahan baku," papar Vidjongtius.

Untuk periode 2014, perseroan merevisi target pertumbuhan penjualan dari sebelumnya sebesar 14% - 16% menjadi 11% - 13%. "Target laba usaha tetap pada kisaran 16% - 17%. Untuk laba bersih per saham diperkirakan tumbuh sekitar 11% -13%, sejalan dengan pertumbuhan penjualan," imbuhnya.

Rasio pembagian deviden tetap berkisar pada 40% - 50%, dengan memperhatikan ketersediaan dana dan kebutuhan internal. "Untuk tahun fiskal 2013, kami telah membagikan dividen sebesar 42% dari laba bersih yang telah dibayarkan pada 2 Juli 2014 lalu," kata Vidjongtius. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)