Penjualan Tak Dibukukan, Kinerja JSI Melemah

PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk. (JSI) memaparkan kinerja kuartal ketiga tahun 2012 (12Q3) menurun. Direksi JSI meyakini penurunan ini bersifat sementara lantaran penjualan yang belum bisa dibukukan.

Direksi PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk.

“Pendapatan dari penjualan marketing sesuai aturan akuntan belum bisa diakui, namun biaya marketingnya sudah,” kata Lim Merry, Direktur Keuangan JSI. Ia yakin kinerja JSI akan kembali normal setelah pembukuan pendapatan di laporan keuangan pada kuartal empat nanti.

Sampai dengan 12Q3, JSI membukukan EBITDA Rp 231,6 miliar dan margin 35%. Angka ini lebih rendah dibanding tahun 2011 Rp 259,7 miliar. Laba bersih JSI kuartal ini hanya Rp 97 miliar, sedangkan tahun lalu mencapai Rp 106,3 miliar. Sementara itu pendapatan yang telah dibukukan sebesar Rp 716,3 miliar, lebih rendah dari tahun lalu Rp 739,1 miliar. Penurunan pun terjadi pada laba kotor yaitu dari Rp 520,6 miliar tahun lalu menjadi Rp 512,3 miliar tahun 2012.

“Penjualan apartemen strata Setiabudi SkyGarden (SSG) sudah 76%, Hyarta Residence 85%, namun penjualan marketing belum bisa dimasukkan dalam pembukuan kuartal ini,” tutur Lim dalam paparan publik, Selasa (20/11). Setiabudi SkyGarden memiliki 586 unit apartemen strata sedangkan Hyarta Residence Yogyakarta 75 unit.

Wakil Presiden Direktur JSI, Purwo Hari Prawiro, menjelaskan bahwa pihaknya akan menambah nilai perusahaan, melalui difersifikasi produk dan mengembangkan portofolio. “Dalam jangka pendek, hal tersebut akan mempengaruhi profit margin, namun dalam jangka panjang akan menguntungkan perusahaan,” ungkapnya.

“Kami memang tidak mengharapkan pertumbuhan yang pesat, yang kami inginkan dalam jangka panjang adalah pertumbuhan yang stabil,” lanjut Purwo.

PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk. (JSI) memaparkan kinerja kuartal ketiga tahun 2012 (12Q3) yang melemah. Direksi JSI meyakini penurunan ini bersifat sementara lantaran penjualan yang belum bisa dibukukan.

“Pendapatan dari penjualan marketing sesuai aturan akuntan belum bisa diakui, namun biaya marketingnya sudah,” kata Lim Merry, Direktur Keuangan JSI. Ia yakin kinerja JSI akan kembali normal setelah pengakuan pendapatan di kuartal empat nanti.

Menurut Purwo, pihaknya tidak mengharapkan pertumbuhan yang pesat. Justru, yang diharapkan adalah pertumbuhan yang stabil untuk jangka panjang. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)