Perlambat Penyaluran Kredit, BTN Targetkan Pertumbuhan 21%

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk./ BTN menargetkan pertumbuhan kredit 21-23% hingga akhir 2013.

BTN2Direktur Keuangan BTN, Saut Pardede, mengatakan, pertumbuhan kredit perseroan sendiri sebesar 25,4% dari Rp 76,57 triliun pada September 2012 menjadi Rp 96,01 triliun per September 2013. Menurut Saut, pada tiga bulan terakhir tahun ini, pihaknya akan melakukan perlambatan penyaluran kredit sehingga mematok target 21-23%.

“Keputusan memperlambat penyaluran kredit itu karena pengaruh aturan BI, maupun respon terhadap kondisi makro yang kurang kondusif seperti saat ini. Kalau terlalu agresif akan berakhir dengan NPL (kredit bermasalah) dan merugikan bank,” kata Saut Pardede.

Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 150 basis poin menjadi 7,25% guna menekan inflasi. Kenaikan BI rate diharapkan bank sentral bisa menahan laju pertumbuhan kredit perbankan agar pertumbuhan ekonomi berjalan sesuai dengan fundamentalnya yang sedang melambat.

Kenaikan BI Rate direspon BTN dengan menaikkan suku bunga kredit di kisaran 0,5-1% per Selasa (1/10).  “Suku bunga kami sudah dinaikkan 1 Oktober ini sebesar 0,5-1% tergantung jangka waktu dan jenisnya,” ujarnya.

“Kredit dibatasi lewat aturan LTV, BI rate naik, ditambah lagi bank-bank harus tambah GWM (giro wajib minimum). Jadi bank berlomba-lomba mencari dana dengan menaikkan tingkat bunga. Ada segmentasi, bank besar bisa main di level penjaminan (suku bunga LPS), di luar itu bank tawarkan lebih tinggi. Oleh karena itu kami terpaksa naikkan bunga kredit,” tambah Saut.

Suku bunga dasar kredit (SBDK) BTN per akhir Juli tercatat kredit korporasi sebesar 10,50%, kredit ritel 10,75%, kredit mikro dipatok 17,75%, sedangkan untuk kredit konsumsi nonKPR 11,50% dan KPR sebesar 11%. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)