Plaza Indonesia Pertahankan Harga Sewa

PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) mempertimbangkan untuk tidak meningkatkan harga sewa di pusat perbelanjaan dan ruang perkantoran lantaran pertumbuhan industri properti di tahun ini sedang dalam tahap pemulihan. Plaza Indonesia Realty adalah emiten properti yang mengelola pusat perbelanjaan Plaza Indonesia dan FX Sudirman, Hotel Grand Hyatt Jakarta, The Plaza Indonesia Office Tower, dan Keraton at The Plaza (Keraton Luxury Collection Hotel & Keraton Private Residence)

Perseroan pada 2016 membukukan pendapatan sebesar Rp 1,65 triliun, atau naik 0,89% dibandingkan tahun sebelumnya Rp 1,64 triliun. Sedangkan, laba bersih di tahun lalu melejit 159,44%, atau menjadi Rp 725,62 miliar dari Rp 279,69 miliar pada 2015. Pendapatan emiten properti ini dikontribusikan oleh sektor perhotelan, yaitu Hotel Grand Hyatt Jakarta yang mencetak pendapatan sebesar Rp 469,95 miliar. Lalu Keraton Luxury Collection Hotel memberikan pendapatan sebesar Rp 101,57 miliar.

Perolehan pendapatan Plaza Indonesia Realty turut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan dari pusat perbelanjaan, yaitu sebesar Rp 824,28 miliar atau tumbuh 2,6% serta pendapatan perkantoran senilai Rp 229,35 miliar, yang naik 10,17% dari pendapatan tahun 2015. Pertumbuhan kedua sektor tersebut dikarenakan adanya penyesuaian tarif sewa. “Harga di pusat perbelanjaan di tahun 2016 itu rata-rata naik 20% dibandingkan tahun 2015. Sedangkan rata-rata peningkatan harga sewa di perkantoran naik 11%,” kata Maria Egron, Direktur Operasional Plaza Indonesia Realty, pada Pemaparan Publik di Jakarta, Kamis (13/4/2017).

Jajaran Direksi PT Plaza Indonesia Realty Tbk. (Foto : Vicky Rachman/SWA).

Maria menyebutkan tahun ini pihaknya tidak berencana meningkatkan harga sewa karena mempertimbangkan kondisi perekonomian dan industri properti yang bergerak mendatar. “Kami justru akan mempertahankan tenant (penyewa) agar bisnis mereka tetap bagus dan bertahan di kondisi perekonomian yang penuh tantangan ini” ujar Maria. Lucy Suyanto, Direktur Keuangan dan Pengembangan Bisnis Plaza Indonesia Realty, menyebutkan pihaknya mengamati industri properti di tahun ini cenderung mendatar sehingga perusahaan berhati-hati menentukan harga sewa. “Oleh karena itu untuk target pendapatan di tahun 2017 akan sama dengan pertumbuhan pendaapatan di tahun 2016," imbuh Lucy. Dia menyebutkan pendapatan PLIN pada kuartal/2017 sebesar Rp 396 miliar, turun tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 404 miliar. Sedangkan EBITDA per Maret tahun ini senilai Rp 198 miliar, atau turun dari Rp 211 miliar pada Maret 2016.

Perseroan di tahun ini tidak membagikan dividen dari laba bersih tahun 2016. "Kami tidak membagikan dividen. Laba bersih 2016 dijadikan sebagai laba ditahan untuk modal kerja dan investasi," ungkap Lucy. Penggunaan belanja modal (capital expendinture/capex) di 2017 dianggarkan perseroan untuk biaya perawatan, renovasi hotel dan untuk mendanai proyek Mayfair Estate and Parklands di Jababeka, Bekasi, Jawa Barat. "Capex 2017 dialokasikan untuk pemeliharan dan penambahan fasilitas dalam setahun sebesar Rp 82,18 miliar, estimasi renovasi hotel Grand Hyatt sebesar Rp 700 miliar untuk kurun waktu 2 tahun, juga proyek Mayfair Estate and Parklands sebesar Rp 2 triliun selama dua tahun," terang Lucy.

Guna mengurangi risiko pasar yang berfluktuasi, PLIN melakukan pembelian kembali (buy back) saham yang dilakukan bertahap sejak tahun lalu hingga kuartal I 2017. Jumlahnya sudah mencapai 14,43% atau setara 512,2 juta lembar saham. Harga dalam pembelian kembali saham tersebut sebesar Rp 3.208 per saham. Perusahaan mengucurkan dana senilai Rp 1,64 triliun untuk memuluskan buy back tersebut.”Alasan kami melakukan buy back saham karena mengacu peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengizinkan emiten melakukan buy back saham dalam mengantisipasi kondisi pasar yang berfluktuatif,” tutur Lucy.

Dia menambahkan PLIN di tahun ini tidak melakukan aksi korporasi dan pengerjaan proyek terbaru. PLIN memfokuskan pada peremajaan fasilitas dan perawatan bangunan di Plaza Indonesia, renovasi Hotel Grand Hyatt Jakarta, dan menyelesaikan pembangunan Mayfair Estate and Parklands. Saham PLIN pada Kamis (13/4/2017) stagnan di harga Rp 3.930. (*)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)