Porsi Kredit Korporasi PermataBank Capai 40%

Dari total kredit Rp 89,9 triliun (data per 30 September 2012) yang telah disalurkan PT Bank Permata Tbk, 40%-nya merupakan kontribusi dari segmen kredit wholesale banking (korporasi).

Direktur Wholesale Banking PermataBank, Roy Arfandy, mengatakan, wholesale banking akan tumbuh sekitar 20% hingga 25% pada 2013 dan porsinya diprediksi akan tetap sama di angka 40%.

Pertumbuhan kredit wholesale banking PermataBank juga terus ditekankan dari sisi kualitas. Hal ini terlihat dari tingka NPL untuk Wholesale Banking diangka 0,4% pada posisi September 2012. Kualitas NPL tersebut diupayakan terus terjaga hingga akhir tahun.

Menurut Roy, nasabah wholesale banking PermataBank saat ini sekitar 1000an. Untuk menggenjot pertumbuhannya, bank ini akan terus bertransformasi dari perbankan tradisional menjadi value chain banking.

PermataBank juga akan memaksimalkan sinergi dengan PT Astra International dan Standard Chartered Bank selaku pemegang saham utama. “Kami juga akan meningkatkan efisiensi operasional, meraih brand recognition untuk produk-produk tertentu dan cross selling antara nasabah retail banking dan wholesale banking,” paparnya.

Sementara itu dari sisi penyaluran kredit wholesale, PermataBank fokus ke industri makanan, logistik, transportasi, sumber daya alam (SDA) dan infrastruktur, dengan porsi penyaluran kredit 7-8% ke setiap industri. “Khusus penyaluran ke sektor SDA, tahun depan kami akan lebih selektif terkait ketidakpastian harga barang-barang tambang dan komoditas.”

Terkait aturan Bank Indonesia yang mewajibkan bank menyalurkan kredit UMKM minimal 20%, PermataBank akan mematuhinya. “Saat ini kami menyalurkan 60% ke retail, sebagian kecilnya disalurkan ke sektor mikro. Ke depannya kami siap mematuhi aturan dari regulator,” tegasnya.

PermataBank baru-baru ini melakukan rencana peningkatan modal melalui penerbitan obligasi sejumlah Rp 1,8 triliun. Bank yang tahun depan akan menggeser kantor pusatnya dari PermataBank Tower ke WTC II Sudirman ini juga akan melakukan penawaran umum terbatas (right issue) V hingga Rp 2 triliun.

PermataBank juga terus meningkatkan transaksi banking yang saat ini per harinya mencapai 30 ribu transaksi. Dengan investasi US$ 10 juta hingga tiga tahun ke depan, bank ini melakukan peremejaan back office-nya. Diperkirakan, melalui peningkatan transaksi ini akan mengerek fee based income tahun depan di atas 30%. “Kami targetkan pertumbuhan di transaksi banking 25-30% di 2013,” tambah Rudy Tandjung Executive Vice President&Head Transaction Banking. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)