Premi Asuransi Tradisional Lampaui Premi Unitlink

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat kinerja positif dari industri asuransi jiwa pada kuartal II (Q2) tahun 2012. Pendapatan dari industri ini mencapai Rp 60,5 triliun atau tumbuh 18,5% dibandingkan periode yang sama tahun 2011 yang sebesar Rp 51 triliun.

Selain mencatatkan kenaikan pendapatan, industri asuransi jiwa juga menunaikan kewajiban membayar klaim kepada nasabah yang pada Q2/2012 mencapai Rp 29 triliun, meningkat 14.4% dari Q2/2011. Nilai klaim ini mencapai 58,5% dari pendapatan premi pada periode Q2/2012.

Berdasarkan data kinerja bisnis Q2/2012 (un-audited) yang terkumpul dari 43 perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI, dari total pendapatan industri asuransi jiwa yang mencapai Rp 60,5 triliun, pendapatan premi menyumbang Rp 49,65 triliun atau tumbuh 16,7% dari perolehan Q2/2011 yang sebesar Rp 42,5 triliun. Sementara sisanya disumbang oleh hasil investasi Q2/2012 sebesar Rp6,9 triliun, klaim reasuransi Rp 2 triliun dan pendapatan lain-lain sebesar Rp 1,9 triliun.

Ketua Umum AAJI, Hendrisman Rahim, mengungkapkan, dari total pendapatan premi industri sepanjang Q2/2012, premi produksi baru (new business premium) lebih dominan dari premi lanjutan. Adapun premi produksi baru tumbuh 16,7% dari posisi Q2/2011 yang sebesar Rp 29,9 triliun menjadi Rp 34,9 triliun. Sedangkan premi lanjutan menyumbang Rp 15,9 triliun sepanjang Q2/2012, tumbuh 25,4% dari posisi Q2/2011 yang sebesar Rp 12,6 triliun.

“Ada yang menarik dari catatan new business premium bahwa premi produk tradisional mulai leading dari produk unitlink. Sementara premi lanjutan masih didominasi unitlink. Meningkatnya premi bisnis baru dari produk tradisional ini menunjukkan keberagaman kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi kesadaran berasuransinya, sementara tingginya premi lanjutan dari produk unitlink juga menunjukkan kesadaran masyarakat akan hakikat produk ini yang bersifat jangka panjang,” papar Hendrisman di Jakarta.

Dalam catatan AAJI, dari total premi produksi baru yang sebesar Rp 34,9 triliun, premi tradisional tetap mempertahankan pertumbuhannya dengan menyumbang premi baru sebesar Rp 18,7 triliun, meningkat 48,6% dari Q2/2011 yang sebesar Rp 12,6 triliun. Sementara premi unitlink di new bussines mencatat penurunan hingga 6,5%, yakni dariposisi Rp 17,3 triliun di Q2/2011 menjadi Rp 16,2 triliun di Q2/2012.

Hal ini disebabkan oleh penurunan penjualan produk unitlink premi tunggal perorangan, sementara produk unitlink  perorangan premi regular yang sejalan dengan konsep jangka panjang asuransi jiwa masih terus bertumbuh. Sedangkan untuk sumbangan pendapatan premi lanjutan di Q2/2012, premi lanjutan unitlink tumbuh signifikan sebesar  37,7% menjadi Rp 9,5 triliun dari posisi Q2/2011 yang sebesar Rp 6,9 triliun. Sementara sumbangan premi lanjutan tradisional hanya tumbuh 8,3%, dari posisi Q2/2011 sebesar Rp 5,8 triliun menjadi Rp 6,2 triliun di Q2/2012. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)