Radana Finance Targetkan Pembiayaan Baru Rp1,5 Triliun Tahun 2021

Direktur Bisnis Radana Finance Milokevin Wendiady dan Direktur Keuangan Radana Finance Rizalsyah Riezky. (foto: Jeihan Kahfi/SWA)

Perusahaan pembiayaan PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA), mencatatkan laba bersih sebesar Rp25 miliar hingga kuartal III-2021 setelah mengalami kerugian selama tiga tahun berturut-turut. Angka tersebut naik 150% dari posisi yang sama tahun sebelumnya (yoy) dengan kerugian sebesar Rp50 miliar.

“Pertumbuhan laba bersih tersebut tidak terlepas dari kesuksesan Radana Finance dalam melakukan tranformasi bisnis di tahun 2020 di mana dilakukan penyempurnaan proses bisnis sehingga pendapatan meningkat 45% menjadi Rp 112 miliar dibandingkan periode yang sama dan biaya operasional dapat ditekan sebesar 39% menjadi Rp 80 milyar dari posisi yang sama tahun sebelumnya (yoy) sebesar Rp 131 milyar,” ujar Direktur Keuangan Radana Finance Rizalsyah Riezky (18/11/2021).

Faktor lain yang mendorong pertumbuhan bisnis Radana Finance ialah perubahan misi perseroan untuk senantiasa mendukung pertumbuhan ekonomi UMKM di Indonesia. Radana Finance mulai beralih dari pembiayaan konsumtif berupa pembiayaan multiguna motor dan mobil bekas menjadi pembiayaan produktif yang berupa pembiayaan anjak piutang/factoring dan pembiayaan investasi dengan jaminan aset (asset-based financing/ABF) untuk nasabah UMKM di Indonesia.

“Hal ini tercermin dari komposisi portofolio perseroan yang di awal tahun 2020 memiliki komposisi sekitar 80% pembiayaan konsumtif dan sekitar 20% pembiayaan produktif, menjadi 4% pembiayaan konsumtif (legacy) dan 96% pembiayaan produktif pada kuartal III-2021,” ungkap Direktur Bisnis Radana Finance Milokevin Wendiady.

“Hingga September 2021, tingkat NPF-gross untuk portfolio produktif terjaga pada angka dibawah 1%. Hal ini membuat angka NPF-nett keseluruhan terjaga di angka 0% pada kuartal III-2021,” tambah Rizalsyah.

Dari sisi posisi keuangan, perseroan mencatatkan kenaikan pada total aset sebesar 14% (yoy) menjadi Rp999 miliar dari posisi yang sama sebelumnya Rp876 miliar. Piutang pembiayaan juga mengalami kenaikan menjadi Rp782 miliar dari Rp330 miliar. Liabilitas pada Kuartal III-2021 meningkat 39% (yoy) menjadi Rp467 miliar dari sebelumnya Rp335 miliar. Ekuitas pada Kuartal III-2021 dibukukan mencapai Rp531 miliar, turun 2% (yoy) dari Rp541 miliar.

Radana Finance menargetkan pembiayaan baru sebesar Rp1,5 triliun pada tahun 2021. Untuk mencapai target pembiayaan tersebut, perseroan akan terus memperkuat dua produk utama pembiayaan produktif yang saat ini dimiliki yaitu pembiayaan anjak piutang (factoring) dan pembiayaan investasi berbasis aset.  Selain itu untuk mencapai target tersebut, Radana Finance juga terus berusaha memperkuat sumber pendanaan dengan pihak kreditor dan meningkatkan inovasi terhadap produk dan proses bisnis secara end-to-end, meningkatkan utilitas ekosistem digital dan proses otomasi untuk mendukung bisnis baru, serta melakukan efisiensi biaya operasional.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)