Rahasia Generali Cetak Laba Rp61 Miliar

Generali Indonesia membukukan total premi sebesar Rp3,2 triliun dengan pertumbuhan premi bruto mencapai 21% dibanding tahun sebelumnya.

Hasil ini mendorong perusahaan mencapai laba sebesar Rp61,3 miliar. Selain itu, jumlah dana kelolaan juga meningkat sebesar 31% atau menjadi Rp4,4 triliun. Generali mengklaim pertumbuhan ini didukung oleh diluncurkannya beragam inovasi produk dan layanan.

Sementara itu, Generali juga mencatatkan kenaikan premi bruto sebesar 21% dari sebelumnya berada di angka Rp2,6 triliun menjadi Rp3,2 triliun paa tahun 2017. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja produk unit link yang tumbuh 27% atau sebesar Rp2,7 triliun. Dalam hal pemberian hak nasabah, sepanjang 2017, Generali mencatatkan dana klaim sebesar Rp544 miliar, meningkat sebesar 32% dari tahun sebelumnya sebesar Rp41 miliar.

Jalur distribusi melalui bank rekanan (bancassurance) masih menjadi kontributor premi terbesar dengan total kontribusi 46%. Sementara channel keagenan menyumbang 44%, dan bisnis kumpulan (group business) sebesar 10% dari total premi bruto.

CEO Generali Indonesia, Edy Tuhirman mengatakan hasil yang kuat di tahun 2017 ini menunjukkan ambisi Generali di tengah kompetisi yang menantang. “Setiap tahun kami berkembang dengan didorong oleh berbagai inovasi baru yang disesuaikan dengan perubahan kebutuhan nasabah dan perkembangan teknologi. Inovasi-inovasi dalam hal produk, proses dan layanan inilah yang terus mendukung pertumbuhan jalur distribusi yang kami miliki, baik keagenan, bancassurance maupun bisnis grup,” ujarnya.

Tahun ini, perusahaan akan fokus untuk memperkuat produk dan digitalisasi. Selain iPLAN Syariah dengan fitur wakaf, perusahaan juga akan menambahkan produk, seperti Medical Plan. “Kami yakin pengembangan produk tersebut akan semakin memperkuat posisi kami dalam mengembangkan sayap di industri asuransi Tanah Air,” ujar Edy.

Peluncuran produk Medical Plan dirangsang oleh adanya pertumbuhan di sektor pembiayaan perawatan. Melansir Health Expenditure Data WHO tahun 2014, tren biaya perawatan kesehatan secara global meningkat rata-rata sebesar 10% per tahun. AAJI mencatat di Indonesia sendiri pada  tahun 2014 hingga 2017, biaya klaim kesehatan tumbuh sebesar hampir 10% setiap tahunnya hingga mencapai lebih dari Rp9.3 triliun pada tahun 2017.

“Produk ini melengkapi produk perlindungan kesehatan Generali, termasuk Global Medical Plan yang memungkinkan nasabah untuk mendapatkan rekomendasi perawatan dari dokter dengan perlindungan perawatan Rumah Sakit hingga Rp35 miliar per tahun. Jangkauan perlindungan meliputi seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat dan Jepang dengan sistem cashless (non-tunai),” kata Edy.

Produk yang baru diluncurkan ini memberikan kebebasan kepada nasabah untuk menentukan target dana yang ingin dicapai dan mendapatkan Bonus Hidup Sehat sebesar Uang Pertanggungan di usia 85 tahun.

“Medical Plan merupakan bagian dari pengembangan produk kesehatan pertama di tahun ini, dan akan disusul dengan produk lainnya di Semester kedua 2018. Kami yakin, prosuk ini ditambah dengan cakupan lokasi perlindungan di seluruh dunia-lah yang akan membedakan posisi Generali di pasar,” ujarnya.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)