Strategi ZONE dan ALDO Mencetak Laba Bersih di Semester I/2022

Ilustrasi foto : Istimewa

PT Mega Perintis Tbk (ZONE) pada Semester I/2022 membukukan laba bersih senilai Rp 52 miliar atau melambung sebesar 184% dari laba bersih Semester I/2021 yang mencapai Rp 18,3 miliar.

Perolehan laba bersih yang melonjak ini didukung oleh penjualan ZONE yang terus naik. Pada periode Januari-Juni 2022, penjualan bersih ZONE meningkat 33% secara tahunan menjadi Rp 355,7 miliar. Sedangkan pada periode yang sama tahun lalu, penjualan bersih ZONE sebesar Rp 266,8 miliar.

Verosito Gunawan, Direktur Utama ZONE, mengatakan perseroan kembali mencatat kinerja positif dibandingkan tahun sebelumnya. “Hal ini didukung oleh mulai pulihnya ekonomi dari dampak pandemi Covid-19, juga momen penting untuk industri fashion yaitu lebaran tahun ini, di mana masyarakat sudah dapat beraktivitas kembali termasuk mudik. Kami berharap agar situasi kondusif ini terus berlanjut,” ucap Verosito dalam pernyataan tertulis yang dikutip Jumat (5/8/2022).

Peningkatan kinerja di enam bulan pertama tahun ini juga dibarengi dengan peningkatan aset Perseroan. Total asset ZONE pada semester I/2022 sebesar Rp 601,7 miliar, naik sebesar 7% dari total aset di periode yang sama tahun lalu, yang saat itu sebesar Rp 562,7 miliar. Sedangkan total liabilitas ZONE pada semester I/2022 sebesar Rp 275,2 miliar.

Untuk terus melanjutkan capaian positif ini, ZONE terus melakukan ekspansi bisnis untuk mendorong peningkatan penjualan baik secara online dan offline. Di tahun ini, ZONE menargetkan menambah 40 gerai baru untuk penjualan offline.

Hingga 31 Juli 2022, perseroan telah membuka 23 gerai baru dan sisanya 17 gerai akan direalisasikan sampai akhir 2022. Salah satu konsep baru dari gerai penjualan adalah Salezone. Konsep ini memadukan gerai lifestyle & sport wear discounted store dengan target pasar di luar pusat perbelanjaan umumnya. Gerai ini dikembangkan di sejumlah lokasi, seperti tempat transit/rest area jalan tol dan toko yang berdiri sendiri.

Selain itu, emiten yang bergerak di bidang ritel fashion ini memprioritaskan peningkatan penjualan secara daring. Divisi khusus telah disiapkan utuk mendukung segmen penjualan online melalui situs milik sendiri maupun melalui berbagai marketplace.

Perseroan pada tahun ini menambah variasi produk setelah mengakuisisi merek Edwin pada April 2022 lalu. ZONE melakukan pembelian hak kekayaan intelektual Edwin dan persediaan barang dagang dari PT Saptakharisma Cemerlang yang bukan termasuk afiliasi. “Dengan sejumlah langkah bisnis yang kami lakukan, kami yakin dapat mencapai target penjualan pada tahun 2022 ini, naik 20% dibandingkan dengan realisasi 2021. Ke depannya, dengan prospek bisnis yang semakin cerah, kami akan terus melakukan langkah strategis, tidak hanya dengan penambahan gerai tapi juga adaptasi terutama dalam pengembangan digitalisasi, sehingga ZONE dapat mempersiapkan diri menjadi omni channel retail,” tutur Verosito.

Laba Bersih ALDO

Sedangkan, PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO), emiten yang bergerak pada bisnis kertas dan bahan kimia yang terintegrasi membukukan laba bersih Rp 39,31 miliar pada paruh pertama tahun ini, naik 31% dari Rp 30,05 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.  Peningkatan laba bersih yang signifikan ini didukung oleh kenaikan penjualan bersih dan keberhasilan perseroan menekan beban biaya penjualan, umum dan administrasi, serta beban biaya operasi lainnya.

Pada periode tersebut, penjualan bersih ALDO tercatat Rp 767,22 miliar, meningkat 15% dari Rp 669,85 pada periode yang sama 2021.  Total penjualan tersebut diperoleh dari penjualan sub sektor kertas yaitu 12% YoY menjadi Rp 498,78 miliar dan penjualan sub sektor kimia yang meningkat 20% YoY menjadi Rp 268,44 miliar.

Perseroan berhasil melakukan efisiensi dengan menekan beban penjualan, umum dan administrasi menjadi Rp 83,22 miliar pada Semester I/ 2022, dari Rp 86,30 miliar pada Semester I tahun sebelumnya.   “Raihan kinerja yang positif ini didorong oleh berbagai inovasi berkelanjutan dalam bisnis ALDO, sehingga beberapa biaya bisa ditekan, serta tentu saja yang utama adalah keberhasilan kami dalam meningkatkan penjualan,” kata Direktur Utama ALDO, H. Sutanto.

Perseroan yang memiliki komitmen dalam pengembangan green product dan green process dalam  bisnisnya ini, bulan lalu menerima pembiayaan hijau dari PT Bank Central Asia Tbk sekitar Rp 472 miliar melalui anak usahanya PT Eco Paper Indonesia (ECO). Pembiayaan hijau tersebut adalah bentuk dukungan BCA terhadap usaha dan investasi di segmen ekonomi sirkular yang menjadi bisnis inti dari anak perusahan ALDO tersebut, yaitu produksi daur ulang kertas.

ALDO menggunakan kertas daur ulang yang diproduksi ECO untuk memproduksi berbagai macam produk kertas konversi dengan konsep ramah lingkungan. Inisiatif tersebut menjadikan kertas daur ulang menjadi bernilai untuk digunakan menjadi berbagai macam produk. Kertas coklat seperti kraft liner, eco board, dan core board adalah produk utama dari ECO yang menjadi bahan baku bagi industri kertas konversi.

Verosito Gunawan, Direktur Utama ZONE, mengatakan perseroan kembali mencatat kinerja positif dibandingkan tahun sebelumnya. “Hal ini didukung oleh mulai pulihnya ekonomi dari dampak pandemi Covid-19, juga momen penting untuk industri fashion yaitu lebaran tahun ini, di mana masyarakat sudah dapat beraktivitas kembali termasuk mudik. Kami berharap agar situasi kondusif ini terus berlanjut,” ucap Verosito dalam pernyataan tertulis yang dikutip Jumat (5/8/2022).

Peningkatan kinerja di enam bulan pertama tahun ini juga dibarengi dengan peningkatan aset Perseroan. Total asset ZONE pada semester I/2022 sebesar Rp 601,7 miliar, naik sebesar 7% dari total aset di periode yang sama tahun lalu, yang saat itu sebesar Rp 562,7 miliar. Sedangkan total liabilitas ZONE pada semester I/2022 sebesar Rp 275,2 miliar.

Untuk terus melanjutkan capaian positif ini, ZONE terus melakukan ekspansi bisnis untuk mendorong peningkatan penjualan baik secara online dan offline. Di tahun ini, ZONE menargetkan menambah 40 gerai baru untuk penjualan offline. Hingga 31 Juli 2022, perseroan telah membuka 23 gerai baru dan sisanya 17 gerai akan direalisasikan sampai akhir 2022. Salah satu konsep baru dari gerai penjualan adalah Salezone. Konsep ini memadukan gerai lifestyle & sport wear discounted store dengan target pasar di luar pusat perbelanjaan umumnya. Gerai ini dikembangkan di sejumlah lokasi, seperti tempat transit/rest area jalan tol dan toko yang berdiri sendiri.

Selain itu, ZONE sedang memprioritaskan peningkatan penjualan secara daring. Divisi khusus telah disiapkan utuk mendukung segmen penjualan online, baik melalui situs milik sendiri maupun melalui berbagai marketplace.

Di tahun ini juga, perseroan telah menambah variasi produk setelah mengakuisisi merek Edwin pada April 2022 lalu. ZONE melakukan pembelian hak kekayaan intelektual Edwin dan persediaan barang dagang dari PT Saptakharisma Cemerlang yang bukan termasuk afiliasi. “Dengan sejumlah langkah bisnis yang kami lakukan, kami yakin dapat mencapai target penjualan pada tahun 2022 ini, naik 20% dibandingkan dengan realisasi 2021. Ke depannya, dengan prospek bisnis yang semakin cerah, kami akan terus melakukan langkah strategis, tidak hanya dengan penambahan gerai tapi juga adaptasi terutama dalam pengembangan digitalisasi, sehingga ZONE dapat mempersiapkan diri menjadi omni channel retail,” tutur Verosito.

Sedangkan, PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO), emiten yang bergerak pada bisnis kertas dan bahan kimia yang terintegrasi membukukan laba bersih Rp 39,31 miliar pada paruh pertama tahun ini, naik 31% dari Rp 30,05 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.  Peningkatan laba bersih yang signifikan ini didukung oleh kenaikan penjualan bersih dan keberhasilan Perseroan menekan beban biaya penjualan, umum dan administrasi, serta beban biaya operasi lainnya.

Pada periode tersebut, penjualan bersih ALDO tercatat Rp 767,22 miliar, meningkat 15% dari Rp 669,85 pada periode yang sama 2021.  Total penjualan tersebut diperoleh dari penjualan sub sektor kertas yaitu 12% YoY menjadi Rp 498,78 miliar dan penjualan sub sektor kimia yang meningkat 20% YoY menjadi Rp 268,44 miliar.

Perseroan berhasil melakukan efisiensi dengan menekan beban penjualan, umum dan administrasi menjadi Rp 83,22 miliar pada Semester 1 2022, dari Rp 86,30 miliar pada Semester 1 tahun sebelumnya.   “Raihan kinerja yang positif ini didorong oleh berbagai inovasi berkelanjutan dalam bisnis ALDO, sehingga beberapa biaya bisa ditekan, serta tentu saja yang utama adalah keberhasilan kami dalam meningkatkan penjualan,” kata Direktur Utama ALDO, H. Sutanto.

Perseroan yang memiliki komitmen dalam pengembangan green product dan green process dalam  bisnisnya ini, bulan lalu menerima pembiayaan hijau dari PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”) sekitar Rp472 miliar melalui anak usahanya PT Eco Paper Indonesia (“ECO”). Pembiayaan hijau tersebut adalah bentuk dukungan BCA terhadap usaha dan investasi di segmen ekonomi sirkular yang menjadi bisnis inti dari anak perusahan ALDO tersebut, yaitu produksi daur ulang kertas.

ALDO menggunakan kertas daur ulang yang diproduksi ECO untuk memproduksi berbagai macam produk kertas konversi dengan konsep ramah lingkungan. Inisiatif tersebut menjadikan kertas daur ulang menjadi bernilai untuk digunakan menjadi berbagai macam produk. Kertas coklat seperti kraft liner, eco board, dan core board adalah produk utama dari ECO yang menjadi bahan baku bagi industri kertas konversi.

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)