Summarecon Agung Revisi Target Marketing Sales dari Rp 4,5 Triliun Menjadi Rp 2,5 Triliun

(Kiri ke Kanan) : Herman Nagaria
Direktur, Soegianto Nagaria
Direktur, Adrianto P. Adhi Direktur Utama PT Summarecon Agung, 
Lydia Tjio Direktur dan Lexy Arie Tumiwa Independent Commissioner disela-sela Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar PT Summarecon Agung Tbk. (Summarecon)  di Jakarta (12/8).

Dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar PT Summarecon Agung Tbk. (Summarecon) terungkap sepanjang tahun 2019, Summarecon berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp 4,1 triliun melebihi dari target yang ditetapkan sebesar Rp 4,0 triliun. 

Tahun ini, perusahaan properti yang dikembangkan Soetjipto Nagaria ini, menurut Dirut Summarecon Agung Tbk. Adrianto P. Adhi, yang mencanangkan marketing sales Rp 4,5 triliun terpaksa harus merevisi target menjadi Rp 2,5 triliun. “Kontribusinya diharapkan berasal dari penjualan rumah (60%), apartemen (16%), ruko (17%) dan lain-lain (7%),” katanya.

Diakui Adrianto, tahun 2020 merupakan tahun yang cukup berat karena dampak dari pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Melemahnya harga minyak mentah dengan kelebihan pasokan serta perang dagang antara Amerika Serikat dengan China yang masih terus berlanjut juga menyebabkan iklim ketidakpastian pada dunia usaha dan tekanan ekonomi yang berat. 

Ia memperkirakan perlambatan ekonomi juga akan berpengaruh secara signifikan terhadap penjualan properti di tahun ini. Namun ia percaya segala peluang selalu dapat diraih, selain itu Pemerintah juga menyediakan berbagai insentif dan kebijakan untuk meningkatkan perekonomian diantaranya penurunan tingkat suku bunga dan keringanan pajak. 

Dalam situasi seperti ini, Summarecon senantiasa beradaptasi dan berinovasi untuk menghadirkan produk-produk yang menarik. “Kami melakukan perubahan kegiatan promosi dan marketing seperti memaksimalkan penggunaan teknologi digital dan media sosial untuk mengenalkan produk-produk kami kepada masyarakat,” kata Adrianto dalam Public Expose virtual di Plaza Summarecon, Jakarta (12/8).

Lidya Tjio Direktur Summarecon, tahun ini disaat pandemi Covid-19, hingga akhir Juli lalu, Summarecon Agung telah membukukan marketing sales sebesar Rp1,3 triliun. 

Diakui Adrianto, pada laporan keuangan tahun 2019, Summarecon membukukan pendapatan sebesar Rp 5,94 triliun meningkat sebesar 5% dari tahun sebelumnya. Hal ini ditopang dari

Unit Pengembangan Bisnis Properti mencatat pendapatan sebesar Rp3.617 miliar, meningkat sebesar Rp181 miliar atau 5% dibandingkan pendapatan tahun lalu (Rp3.436 miliar) dan memberikan memberikan kontribusi terbesar sekitar 61%.  Untuk unit ini kawasan Serpong masih merupakan kontributor pendapatan terbesar dengan kontribusi 40% dari total pendapatan unit Bisnis Pengembangan Properti.

Selain itu dari Unit Bisnis Investasi dan Manajemen Properti, pendapatan dari kedua unit bisnis ini mencapai Rp Rp1.599 miliar atau 27% dari total pendapatan perusahaan. Sedangkan dari Unit Bisnis Lain-Lain, seperti hotel, klub rekreasi, manajemen pengelolaan kota dan berbagai fasilitas lainnya untuk mendukung kota terpadu, pendapatannya sebesar Rp726 miliar, kontribusinya 12% dari total pendapatan perusahaan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)