Summarecon Targetkan Penjulan Rp 3,5 Triliun

Kinerja PT Summarecon Agung Tbk. makin kinclong. Developer yang fokus mengembangkan proyek properti terpadu di kawasan Kelapa Gading, Serpong dan Bekasi sejak tahun 1975 itu berhasil mengatrol penjualan hingga 39%. Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2011, Summarecon membukukan penjualan Rp 2,36 triliun atau naik 39% dibandingkan periode yang sama tahun 2010.

Johanes Mardjuki, Direktur Utama Summarecon, menjelaskan, untuk pertama kalinyai pendapatan Summarecon tembus Rp 2,36 triliun, sedangkan laba bersih mencapai Rp 389 miliar. Bila dibanding tahun sebelumnya, pendapatannya tumbuh sekitar 39%, sedangkan laba bersihnya melonjak 66%. Apalagi, dari sisi pre sales untuk pertama kalinya Summarecon tembus Rp 3 triliun. “Tahun ini kami menargetkan penjualan pre sales sekitar Rp 3,5 triliun,” kata Johanes.

Ia menambahkan, kontribusi pendapatan terbesar berasal dari unit usaha property development (70%) yang berasal dari Summarecon Kelapa Gading dan Summarecon Serpong. Sedangkan Summarecon Bekasi, baru melakukan serah terima pada bulan Desember 2011. Unit lainnya yang memberikan kontribusi besar adalah unit bisnis Investasi dan Properti (24%), senilai Rp 574 miliar atau mengalami pertumbuhan 23%. Untuk unit ini, Sentra Kelapa Gading menjadi penyumbang utama (76%), sedangkan Summarecon Mal Serpong tahap 2 yang baru dibuka Oktober 2012, kontribusinya baru akan terlihat secara signifikan tahun ini. Kontribusi pendapatan lainnya berasal dari unit usaha Leisure & Hospitality sekitar 4% atau sekitar Rp 105 miliar. khususnya berasal dari Hotel Harris Kelapa Gading yang dibuka Mei 2010 memiliki kinerja yang bagus dengan okupansi rata-rata 95%.

Tahun ini total investasi yang dibenamkan Summarecon sekitar Rp 1,730 triliun, dimana dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur di Summarecon Bekasi (Rp 250 miliar), pengembangan proyek Summarecon Bekasi (Rp 550 miliar), pembangunan proyek multi media di Serpong (Rp 180 miliar) dan rencana pembangunan 2 hotel bintang 3 di Bali (Rp 750 miliar).

Untuk pembangunan hotel di Bali, rencana akan dibangun di atas lahan seluas 4-5 hektar, dimana pendanaannya sekitar 80% berasal dari pinjaman dan 20% berasal dari internal. Selain di Bali, Summarecon juga sedang mempersiapkan lahan di Bandung yang akan dikembangkan dalam 2-3 tahun mendatang. Saat luasnya sekitar 150 hektar dan masih melakukan akuisisi lahan hingga mencapai 200-300 hektar untuk siap dikembangkan. (Darandono/EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)