Tahun 2017, Telkomsel Targetkan Pendapatan Rp94 Triliun

Kinerja Telkomsel berhasil mencatatkan triple double digit dengan pertumbuhan di atas rata-rata industri pada akhir tahun 2016. Direktur Keuangan Telkomsel, Heri Supriadi, mengatakan, kinerja Telkomsel ini tak terlepas dari kecermatan Telkomsel melihat peluang di bisnis data. Jika berkaca pada penetrasi pelanggan, maka ruang yang ada saaat ini menurut dnya sudah mulai jenuh. Sebaliknya konsumsi data masih berpeluang sangat besar untuk digarap. “Indonesia konsumsi datanya masih sepertiga dari Singapura,” ujarnya.

Maka itu Telkomsel banyak menginvestasikan dananya untuk membangun network. Secara jeli Telkomsel menghitung berapa biaya produksi per megabyte atau per gigibyete. Bisa dibilang, Telkomsel tidak terlalu terpengaruh oleh strategi banting-bantinga harga yang ditawarkan oleh operator lain. “Margin-nya harus sustain,” ujarnya.

CFO Telkomsel, Heri Supriadi CFO Telkomsel, Heri Supriadi

Toh, terbukti walau harganya di atas operator lain, pelanggan Telkomsel tetap besar. Heri menuturkan, kesetiaan pelanggan tersebut karena memang jaringan Telkomsel unggul dalam hal keandalan atau reliability. Ia membantah bila harga yang ditawarkan Telkomsel adalah harga mahal, melainkan harga yang sesuai value-nya. “Ketika kami punya kecepatan reliable, kualitas kami baik, kami percaya orang mau bayar,” ungkapnya.

Pada tahun depan Telkomsel menargetkan pendapatan tumbuh 9-10%menjadi sekitar Rp94 triliun, meningkat dari pendapatan tahun 2016 yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp86 triliun. “Tahun depan belanja modal, 15% dari revenue kami," ucapnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)