Total Klaim Asuransi Jiwa Capai Rp 14,5 Triliun

Industri asuransi jiwa terus mencatat hasil positif hingga awal tahun ini, kendati krisis Eropa dan Amerika Serikat terus bergejolak. Pertumbuhan pendapatan industri asuransi mencapai 37,1% yang didukung oleh pendapatan premi. Pembayaran klaim juga telah melampaui separuh dari raihan premi.

Berdasarkan data kinerja bisnis triwulan 1 (Q1) tahun 2012 (un audited) yang terkumpul dari 44 perusahaan asuransi jiwa anggota Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), total pendapatan industri asuransi jiwa nasional Q1 2012 mencapai Rp 33,1 triliun atau tumbuh 37,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 24,1 triliun.

Dari total pendapatan tersebut, porsi pendapatan premi masih menjadi yang  terbesar yakni Rp 24,3 triliun, tumbuh 14,8% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 21,1 triliun. Sisanya disumbang oleh hasil investasi Q1 sebesar Rp 8,3 triliun, klaim reasuransi Rp 337,1 miliar, dan pendapatan lain-lain Rp 151,1 miliar.

Pendapatan premi produksi baru (new business premium) pada Q1 2012 mencapai Rp 16,6 triliun, meningkat 12,1% jika dibandingkan dengan Q1 2011 sebesar Rp 14,8 triliun. Dari angka tersebut, premi tradisional tetap mempertahankan pertumbuhannya dengan menyumbang premi baru sebesar Rp 8,8 triliun. Sementara unitlink di new business mencatat penurunan hingga -15,2% yakni dari porsi Rp 9,2 triliun di Q1 2011 menjadi Rp 7,8 triliun di Q1 2012.

“Minat masyarakat kini kembali ke asuransi proteksi, seperti fungsi asuransi tradisional. Sementara untuk unitlink terjadi penurunan penjualan produk unitlink premi tunggal, sementara produk unitlink premi reguler masih mengalami pertumbuhan,” ujar Hendrisman Rahim, Ketua Umum AAJI, di Jakarta, Senin (9/7).

Untuk sumbangan pendapatan premi lanjutan di Q1 2012 tercatat sebesar Rp 7,7 triliun, naik 20,9% dari posisi Q1 2011 yang sebesar Rp 6,4 triliun. Unitlink dari premi lanjutan sepanjang Q1 2012 tercatat sebesar Rp 4,4 triliun, tumbuh 31% jika dibandingkan periode yang sama 2011 sebesar Rp 11,4 triliun.

Menariknya, fungsi proteksi dari industri asurani juga berjalan baik, jika merujuk pada data klaim yang dibayarkan perusahaan asuransi jiwa. Sepanjang Q1 2012 total klaim yang dibayarkan asuransi jiwa nasional tercatat Rp 14,5 triliun atau meningkat 27,2% dibandingkan periode yang sama 2011 yang sebesar Rp 11,4 triliun.

“Jadi industri asuransi tidak hanya rajin meraup premi dari nasabah, tapi juga memenuhi kewajibannya jika ada klaim yang diajukan. Bahkan dari data Q1 2012, total klaim yang dibayarkan melebihi separuh dari raihan premi di periode yang sama. Klaim yang dibayar sebesar Rp 14,5 triliun atau sekitar Rp 59,8% dari pendapatan premi yang mencapai Rp 24,3 triliun,” papar Hendrisman.

Adapun klaim pada Q1 2012 meliputi: pertama, polis yang berakhir masa kontraknya (maturity) berjumlah Rp 1,9 triliun naik sebesar 82,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sejumlah Rp Rp 1 triliun. Kedua, klaim meninggal dunia sebesar Rp 1,1 triliun naik sebesar Rp 27% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sejumlah Rp 847,5 miliar. Ketiga, polis yang ditebus (surrender value) bernilai Rp 10,1 triliun naik sebesar Rp 24,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sejumlah Rp 8,2 triliun. Keempat, lain-lain sebesar Rp 1,4 triliun, naik sebesar 3,2% dibandingkan dengan Q1 2011 sejumlah Rp 1,4 triliun. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)