Pasar Semen ASEAN Ciamik, Pendapatan SCG Naik17%

SCG

SCG Indonesia mencatat kinerja positif dan tengah mempersiapkan pemasaran produk semen unggulan tahun ini. SCG mengumumkan kinerja operasional perusahaan yang positif pada kuartal kedua tahun fiskal 2014 baik secara keseluruhan operasi SCG di ASEAN maupun untuk Indonesia. Total pendapatan yang dibukukan Rp44,598 triliun, meningkat sebesar 17% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal yang serupa dialami SCG Indonesia yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp1, 176 triliun atau sebesar US$101 juta, tumbuh 5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam paparan laporan keuangan unaudited Q2/2014, Presiden dan CEO SCG, Kan Trakulhoon, memaparkan bahwa peningkatan total pendapatan perusahaan sebesar 17% yang disebabkan karena adanya penyesuaian harga dari produk-produk bahan kimia. Walaupun demikian terdapat penurunan laba sebesar 14% atau senilai Rp3,049 triliun year-on-year, yang disebabkan penurunan kontribusi dari SCG Investment, penurunan pendapatan di sektor kimia serta perlambatan permintaan bahan bangunan dari dalam negeri yang menyebakan kenaikan dari penurunan proporsi margin ekspor yang ada.

Di Indonesia selain mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,176 triliun atau tumbuh sebanyak 5 persen, SCG Indonesia memiliki total aset senilai Rp 13,276 triliun yang tumbuh 8% year-on-year. Selanjutnya, di pertengahan tahun ini SCG tengah memasarkan tiga produk unggulan SCG yang diluncurkan untuk pasar Indonesia pada penyelenggaraan Indobuildtech 2014 di Jakarta bulan Juni lalu.

Produk yang diluncurkan adalah SCG Cement PCC (Portland Composite Cement), semen berkelas dunia dibawah merek SCG, SCG Smartblock, beton ringan yang di produksi oleh pabrik SCG yang pertama di Indonesia, yang mulai beroperasi secara komersial sejak April 2014 dan Jayamix by SCG Super Concrete, formula terbaru beton cor dengan biaya yang efisien dan memiliki kemampuan mengalir yang lebih baik sehingga waktu untuk menuang beton lebih singkat.

Selanjutnya untuk operasi gabungan SCG di ASEAN (kecuali Thailand), pendapatan penjualan pada Q2/2014 mencatatkan pertumbuhan 17% atau 9% dari total pendapatan penjualan SCG.

Per 30 Juni 2014, SCG membukukan total aset konsolidasi senilai Rp 170,283 triliun. Sementara total aset SCG di ASEAN (kecuali Thailand) senilai Rp 28,287 triliun atau senilai US$2.367 juta, yang merupakan 17% dari total aset konsolidasi SCG.

“SCG terus yakin dengan pertumbuhan ekonomi jangka panjang ASEAN. Ditambah dengan menguatnya ekspor di Thailand dan tumbuhnya keyakinan konsumen dan para pebisnis, kita seharusnya dapat melihat perputaran yang positif. SCG mencatatkan pendapatan dari ekspor tersebut pada Q2/2014 sebesar Rp13,057 triliun, tumbuh 33% bila dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Kan.

Perusahaan memperkirakan ekspor akan kembali tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya berkat peningkatan produktivitas dan efisiensi dari setiap unit bisnis yang membantu memproduksi lebih banyak produk ekspor.

Kan menambahkan, “SCG akan terus melakukan ekspansi bisnis dan proyek-proyek di ASEAN diantaranya pabrik semen di Indonesia, Kamboja, Myanmar dan Laos serta komplek kimia di Vietnam. Semuanya dilakukan untuk terus menjadi pemimpin bisnis di kawasan ASEAN.”(EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)