Transformasi Telkom Menjadi The King of Digital

Sukses meraup pendapatan usaha sebesar Rp89,7 triliun pada tahun 2014 atau meningkat 8,1% dibandingkan tahun lalu, tidak lantas membuat PT Telekomunikasi Tbk (Telkom) puas. Dengan menggelontorkan belanja modal sebesar 25-30% dari revenue 2104, perseroan menargetkan dapat memuluskan langkahnya untuk bertransformasi menjadi The King of Digital.

RUPST Telkom

Perusahaan telekomunikasi berpelat merah ini menyalurkan 60% dari belanja modalnya untuk memperkuat infrastruktur broadband Telkomsel, 30% untuk darat dan laut, dan 10% untuk anak usaha. Langkah ini dapat menjadi tunggangan dalam menjalankan tiga program utamanya di sepanjang 2015.

“Di tahun 2015, kami mengusung tiga program utama yaitu Telkomsel “Maintain Double Digit Growth”, Indonesia Digital Network “Drive Digital Business”, dan Internationa Expansion “Stretch & Expand International Business”. Melalui tiga fokus utama ini, kami sedang bertransformasi untuk menjadi The King of Digital. Menjadi Raja di udara melalui Telkomsel, Raja di darat melalui fiber to the home (ftth),yang lebih dikenal sebagai Indihome, dan menjadi raja di laut melalui fiber optic broadband highway dari Aceh sampai Papua. Serta ekspansi ke regional, dimana kami sekarang sudah ada di 10 negara,” papar Alex J. Sinaga, Direktur Utama PT Telekomunikasi Tbk.

Program Telkomsel “Maintain Double Digit Growth” direalisasikan dengan pengembangan layanan 4G-LTE yang telah diluncurkan pada Desember 2014. Hingga kini, layanan 4G-LTE sudah beroperasi di lima kota, yaitu Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, dan Medan. Pada semester pertama ini Telkom berencana mengoperasikan 4G-LTE di kota Makassar dan Manado.

Pada program Indonesia Digital Network “Drive Digital Business”, perseroan memfokuskan pada pembangunan infrastruktur dan penyediaan konektivitas. Rencana ini diwujudkan dengan membangun kabel serat optic sepanjang 76.700 km dari Aceh hingga Papua dan juga pengembangan produk terbaru Indihome.

Pada program ketiga, korporasi yang telah sukses ada di 10 negara yaitu Singapura, Hong Kong, Timor Leste, Myanmar, Australia, Malaysia, Taiwan, Macau, USA dan Saudi Arabia ini, akan mengandalkan entitas anak yaitu Telin untuk mendukung bisnis internasionalnya. Hal ini terkait dengan kerja sama Telin dengan perusahaan global melalui konsorsium SEA-US (South East Asia – United States) dalam membangun jaringan infrsstruktur telekmunikasi internasional.

Semua program ini diharapkan dapat mendukung pencapaian target revenue Rp100 triliun di tahun 2015. Sedangkan pada tahun 2014, Telkm tercatat memperoleh pendapatan sebelum pajak Rp45,8 triliun atau meningkat 9,7%, dengan kenaikan laba bersih 3% menjadi Rp14,6 triliun. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)