Triwulan III, Kredit BTN Tumbuh 19,28%

Maryono, Direktur Utama Bank BTN (keempat dari kiri), dan direksi Bank BTN di sela-sela paparan kinerja Per 31 September 2018, di kantor pusat Bank BTN, Jakarta.

 

Hingga triwulan III/2018 kredit PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengalami pertumbuhan kredit sekitar 19,28%,secara tahunan (year on year/ yoy). Menurut Maryono Direktur Utama Bank BTN, pertumbuhan ini didorong kenaikan KPR Subsidi, karena Bank BTN telah resmi mendapat kucuran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Pertumbuhan kredit tersebut di atas rata-rata industri perbankan per Agustus lalu yang dicatat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 12,12%. Bank BTN berhasil mengucurkan kredit senilai Rp 220,07 triliun per triwulan III 2018, naik dibandingkan triwulan III tahun 2017 (Rp 184,50 triliun). Diakui Maryono, FLPP memberikan angin segar terhadap laju pertumbuhan kredit Bank BTN untuk mengoptimalkannya sekaligus mendukung target program sejuta rumah yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Menurutnya, KPR subsidi memegang porsi 54,35% dari total KPR yang diperoleh Bank BTN, memang melaju kencang dibandingkan KPR non subsidi. Secara keseluruhan KPR hanya tumbuh sebesar 21,81% yoy atau sebesar Rp 163,61 triliun. Pencapaian tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun lalu (Rp 134,31 triliun).

Sementara KPR Subsidi melejit sebesar 30,11% year on year (yoy) atau menjadi sebesar Rp 88,92 triliun lebih baik dibandingkan triwulan III/2017 yang mencapai Rp 68,34 triliun, sedangkan KPR non subsidi tumbuh sebesar 13,22% yoy menjadi Rp 74,69 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 65,97 triliun.

Maryono menambahkan untuk kredit konstruksi perumahan, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan kredit konstruksi sebesar 17,41% yoy atau sebesar Rp 28,45triliun lebih tinggi dibandingkan triwulan III/2017 (Rp 24,23 triliun) yang mengalir bagi para pengembang perumahan.

Seiring dengan laju pertumbuhan KPR, kontribusi Bank BTN dalam menyalurkan kredit kepemilikan rumah maupun kredit konstruksi properti terhadap Program Sejuta Rumah semakin besar yaitu mencapai 574.444 unit rumah, dengan nilai Rp 54,93 triliun per September 2018. Dari pencapaian tersebut sebanyak 408.350 unit rumah dibiayai dengan KPR Subsidi sementara sisanya dengan KPR Non Subsidi.

Sedangkan kredit non perumahan, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan sebesar 13,50% yoy menjadi Rp 19,67triliun dibandingkan triwulan III tahun (Rp 17,33 triliun). Adapun kontribusi terbesar dari segmen kredit non perumahan adalah kredit komersial yang mengalir sebesar Rp15,05triliun sedangkan kredit konsumer tercatat mencapai Rp 4,6triliun.

Bank BTN pun terus melakukan inovasi produk untuk meningkatkan akses masyarakat memiliki hunian idaman, diantaranya baru-baru ini merilis KPR Gaeesss yang menyasar generasi milenial dan melakukan pilot project KPR Mikro dengan skema ABCG (Academy-Business- Community dan Government) bagi MBR untuk mengejar target pertumbuhan kredit di kisaran 19-20% tahun ini.

Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK), Bank BTN meraup sebesar Rp 195,04 triliun atau naik 16,06% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Rp168,05 triliun). Sedangkan pertumbuhan rata-rata industri perbankan berdasarkan data OJK per Agustus 2018 yoy sekitar 6,88%.

Laju pertumbuhan kredit yang kencang juga didukung oleh pengendalian rasio kredit macet yang prima. Non Peforming Loan (NPL) Bank BTN berhasil ditekan menjadi 2,65% per September 2018, sedangkan periode yang sama tahun sebelumnya sekitar 3,07%.

Dengan memoles NPL, laba perseroan berhasil dikerek sebesar 11,51% yoy menjadi sebesar Rp 2,236 triliun lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2 triliun.

Pertumbuhan laba BTN disokong pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang tercatat mencapai Rp 7,54triliun atau naik 15,29% dibandingkan triwulan III/2017 yang hanya sebesar Rp 6,54triliun. Pendapatan bunga bersih tetap terjaga karena Net Interest Margin (NIM) tetap tumbuh sebesar 4,35%. Pertumbuhan laba dan kredit mendongkrak aset Bank BTN menjadi sebesar Rp 272,3 triliun atau tumbuh 17,41% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Rp 231,93triliun).

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)